CERPEN BY BEVERLY TIFFANY G | Lomba Cerpen Festival Sahabat Karakter Kota Cirebon 2022

STUDENT WORK - 10 March 2022

Diva dan Kerja Sama

Karya Beverly Tiffany Gunawan

         “Besok jangan sampai lupa untuk membawa barang-barang yang sudah ditentukan ya anak-anak. Selamat beristirahat dan hati-hati di jalan!” tutur seorang Ibu Guru untuk mengakhiri sebuah pelajaran. Hari itu ditutup dengan pelajaran seni budaya dan prakarya. Diva tidak lupa memberitahu perihal proyek karya terbarunya kepada Ibunya. Ibu guru telah menugaskan masing-masing kelompok untuk membawa barang yang akan dibutuhkan untuk membuat sebuah rumah-rumahan miniatur. Untuk Diva, ia ditugaskan untuk membawa kardus dan tusuk kayu.

         “Ibu, besok aku harus membawa kardus dan tusuk kayu untuk membuat model rumah kecil. Bolehkah aku pergi ke toko untuk membelinya sebelum kami pulang?” Diva memohon pada Ibunya. “Baiklah. Kamu butuh apalagi selain itu?” tanya Ibu untuk memastikan. Diva menjawab, “Aku hanya membutuhkan itu. Teman-temanku yang lain akan membawa barang-barang yang lainnya.”

         Dengan itu, Ibu dan Diva pergi ke toko untuk mencari materi seni prakarya itu. Setelah mendapatkan tusuk kayu dan kardus, Diva dapat pulang dengan perasaan tenang di hari itu. Ia sudah memastikan untuk mendapatkan bahan yang cukup untuk ia pake dengan teman-temannya.

         Keesokan hari, ia bergegas untuk pergi ke sekolah dengan sebuah kantong plastik yang di genggam erat dengan tangannya. “Aku pamit pergi ke sekolah, Ibu.” Ia berpamit sembari lari keluar rumah untuk segera jalan ke sekolah. “Hati-hati di jalan, Diva!” Ibu mengingatkan.

         Sesampainya di sekolah ia langsung masuk ke ruang kelas, melihat teman-temannya yang sudah datang lebih dahulu daripadanya. “Pagi, teman-teman!” sapa Diva. “Pagi, Diva. Kamu sudah bawa barang-barang untuk pelajaran seni nanti kan?” tanya Rama, murid sekelas Diva yang juga, adalah teman sekelompok Diva pada pelajaran seni. “Sudah dong!” jawab Diva dengan antusias, mengangkat kantong plastik yang ada di sampingnya sambil tersenyum lebar.

         “Hari ini pasti kelompok kita yang paling bagus rumahnya! Hati-hati kelompok lainnya, kalian harus waspada akan kelompok 1!” seru Siska. “Eits, tidak mungkin. Pasti kelompok 3 yang akan menang, benar kan Diva?” ujar Rama. “Betul!” seru Diva.

         Perasaan gelisah terasa di udara pada kelas 5B siang ini. Sebentar lagi jam akan mengenai pukul 12 siang yang berarti pelajaran seni akan mulai. Tik tok tik tok, itulah suara jam dinding yang terdengar nyaring dalam telinga Diva. Tentunya dengan suara Ibu guru yang sekali-kali menunjuk murid untuk mengerjakan soal matematika pada papan tulis.

         “Baiklah, anak-anak. Jangan lupa untuk mengumpulkan pekerjaan rumah pada halaman 20. Ibu harus segera pamit, terima kasih untuk hari ini anak-anak,” tutup Ibu Dinda, sang guru matematika. Setelah Ibu Dinda melangkah keluar kelas, murid-murid kelas 5B berdiri dan langsung berkelompok dengan anggota kelompoknya. Tidak ada lagi murid yang sabar untuk menunggu, mereka hanya ingin cepat-cepat membangun kreasinya sendiri.

         Langkah pelan guru seni terdengar dari luar kelas, Diva dan teman-temannya siap untuk menyambut hangat sang guru. “Hormat kepada Ibu Guru. Selamat siang Ibu Ana,” sapa seluruh isi kelas dengan serentak. “Siang semuanya. Tadinya ibu mau mengingatkan lagi untuk berkelompok dan menyiapkan material yang akan digunakan, tapi sepertinya tidak lagi harus saya ingatkan. Baiklah, selamat mengerjakan anak-anak! Jika ada pertanyaan, jangan segan untuk bertanya pada ibu ya,” ujar Ibu Ana.

         Diva yang sudah memegang kantong plastik berharganya itu, mulai berdiskusi dengan teman kelompoknya tentang desain rumahnya. “Rama sudah bawa gunting dan cat, Raja sudah membawa kertas warna, aku membawa spidol, dan Diva membawa kardus, tusuk kayu, dan lem. Lengkap!” saut Lila.

         Degup jantung Diva mulai berdetak lebih kencang dari biasanya mendengar perkataan Lila barusan. ‘Apa? Apakah aku harus membawa lem? Aku lupa! Tidak. Tidak mungkin aku lupa pasi Lila salah ingat,’ batin Diva dengan panik. Setelah banyak kekhawatiran, ia akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya ulang pada teman-temannya.

         “Teman-teman, apakah aku yang seharusnya membawa lem? Sesuai ingatan Diva, Diva hanya disuruh membawa kardus dan tusuk kayu, lho. Mungkin Lila yang salah ingat?” tanya Diva. “Hmm, benar kok. Di catatan Lila, Diva yang membawa lem. Kamu tidak membawanya, Diva?” Lila bertanya balik.

         “Aku tidak ingat bahwa aku yang membawa lem. Maaf ya teman-teman, aku benar-benar meminta maaf,” mohon Diva. “Kan kamu sudah disuruh untuk membawa lem, kamu bagaimana sih? Bagaimana kamu lupa? Kalau begitu, bagaimana kami dapat merekatkan model rumah kami?” tegur Raja. Situasi di dalam kelompok 3 bukanlah suasana yang bersemangat lagi, melainkan suasana tegang menutupi senyum Diva.

         “Maaf.. Aku juga tidak tau bagaimana aku bisa lupa,” Diva bertutur. “Kamu becus apa tidak sih, mengerjakan tugas ini? Ini bukan tugas individu, Diva. Ini tugas kelompok. Setiap dari anggota mempunyai peran, dan kamu malah ber-leha-leha seperti ini? Taukah kamu, ini akan mempengaruhi nilai kami juga?” Raja berkata dengan penuh amarah, jelas tidak terima akan kecerobohan Diva. “Aku tau, Raja. Maaf aku sudah ceroboh, aku benar-benar lupa.” sekali lagi Diva memohon maaf dengan tulus pada teman-temannya.

         “Baiklah. Lalu, bentuk tanggung jawab kamu apa?” tantang Raja. “Sudahlah, Raja. Tidak usah berantem. Tidak ada gunanya untuk memarahi Diva sekarang, kita hanya bisa mencari solusi, dan memarahi Diva bukan solusi,” jawab Rama yang sedari tadi hanya diam melihat teman-temannya saling menyahut. “Benar. Bagaimana kalau Diva yang memberi tahu Ibu Ana dulu, sebagai ‘pertanggung jawaban’ yang tadi Raja bilang, lantas kita dapat mencari lem di kelas lain atau meminjam pada kelompok yang lain,” usul Lila.

         “Baiklah, aku setuju.” matanya yang masih penuh dengan kemarahan tidak ingin menuju pada Diva. Tidak menunggu lama, Diva langsung berdiri dan melaporkan masalah yang sedang melanda kelompoknya.  “Anak-anak, kelompok 3 sedang kekurangan lem, adakah kelompok lain yang mempunyai lem?” Ibu Ana mengumumkan. “Kelompok kami mempunyai 2 lem, Bu. Tetapi kita tidak mempunyai tusuk kayu dan kertas warna,” utar Siska.

         “Kalau begitu, kelompok 3 dapat menyumbang kertas warna dan tusuk kayu untuk mendapatkan lem dari kelompok 1. Menurut kalian bagaimana?” Ibu Ana mengusulkan sebuah solusi untuk kedua kelompok, agar mereka dapat bekerja sama demi mendapatkan materi yang mereka membutuhkan. “Boleh, Bu. Siska, kalian butuh berapa lembar?” tanya Lila.

         “Kami hanya membutuhkan 5 lembar dan 10 tusuk, apakah ada?” tawar Siska. “Ada! Sini kemari, aku akan kasih,” bilang Rama. Suasana di kelas tidak lagi ada kecanggungan ataupun ketakutan, tetapi masih ada seorang yang mempunyai raut tak puas, Raja. “Apa kamu masih marah denganku, Raja?” Diva bertanya kepada lelaki yang duduk di depannya. “Mungkin, sedikit. Tetapi aku benar-benar kecewa saat kamu tidak membawa lem. Padahal itu adalah komponen yang sangat penting, lho,” Raja berkomentar.

         “Iya, aku tau. Maaf sekali lagi ya, Raja. Kesalahanku pasti tak akan pernah ku ulangi, aku berjanji.” Diva mengangkat jari manisnya yang mungil, berjanji dengan tulus. Raja yang melihat itu, mengikat jari manisnya dengan jari perempuan itu. “Maafin aku juga, ya. Aku sudah memarahimu, padahal kita bisa selesaikan ini dengan baik. Yuk kita melanjutkan proyek kami,” ajak Raja.

         “Tentunya!” seru Diva. Walaupun Diva telah lupa untuk membawa lemnya, murid-murid kelas 5B itu dapat berbagi untuk membangun rumah kardusnya bersama. Setelah 1 jam lamanya membuat rumah miniatur dengan kreatifitas masing-masing, setiap kelompok berbaris di depan papan tulis untuk berfoto dengan hasil karyanya. Kamera polaroid yang sedang Ibu Ana pegang berbunyi ceklek saat ia memencet tombolnya. Memori di hari itu akan diingat selamanya melalui foto, kesalahan, kemarahan, dan cerita yang diakhiri dengan senyum terperangkap dalam sebuah bingkai berukuran 7 x 7 cm.

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

ACHIEVEMENT - 08 October 2021
TWO STUDENTS OF SMAK PLUS PENABUR CIREBON GOES TO...
ACHIEVEMENT - 08 November 2021
KSN 2021 : CONGRAT’S TO GUSTAV & LUCKY, WE WISH Y...
KSN 2021 : CONGRAT’S TO GUSTAV & LUCKY, WE WISH Y...
ACHIEVEMENT - 16 November 2021
TWO STARS FROM SMAK PLUS PENABUR CIREBON SHINE AT...
TWO STARS FROM SMAK PLUS PENABUR CIREBON SHINE AT...
ACHIEVEMENT - 26 November 2021
TULISAN KHUSUS "GURU ERA PANDEMI" PERSEMBAHAN DA...
GURU ERA PANDEMI TULISAN SISWA PERSEMBAHAN UNTUK ...
ACHIEVEMENT - 10 March 2022
STUDENT OF SMAK PLUS PENABUR CIREBON PASSED THE S...
Student of SMAK Plus PENABUR Cirebon PASSED the s...
ACHIEVEMENT - 08 October 2022
AGAIN, GUSTAV IAN SETIABUDI ON GETTING BRONZE MED...
ACHIEVEMENT - 11 October 2022
NEVER GIVE UP ! RAHAYU PUTRI ON BEING THE 2ND WIN...
NEVER GIVE UP ! RAHAYU PUTRI ON BEING THE 2ND WIN...
ACHIEVEMENT - 07 November 2022
FINALLY WE GOT FIRST & SECOND WINNER OF NEWSCASTI...
FINALLY WE GOT FIRST & SECOND WINNER OF NEWSCASTI...
ACHIEVEMENT - 09 November 2022
VISITATION FROM PEARSON REPRESENTATIVE
VISITATION FROM PEARSON REPRESENTATIVE
ACHIEVEMENT - 12 January 2023
CONGRATULATIONS BRANDON FERDINAND GUNAWAN | SILVE...
CONGRATULATIONS BRANDON FERDINAND GUNAWAN | SILVE...
EVENT - 17 June 2022
MY TRIBUTE 2022 HAS SUCCESSFULLY QUENCHED THE THI...
EVENT - 11 July 2022
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SCHOOL ...
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (MPLS) SCHOOL ...
EVENT - 15 July 2022
WELCOMING GAMES | SCHOOL YEAR OF 2022/2023
WELCOMING GAMES | SCHOOL YEAR OF 2022/2023
EVENT - 16 July 2022
PASAR MURAH | PERINGATAN HUT BPK PENABUR KE-72
PASAR MURAH | PERINGATAN HUT BPK PENABUR KE-72
EVENT - 19 July 2022
IBADAH SYUKUR & PERAYAAN HUT 72 BPK PENABUR 15 KO...
IBADAH SYUKUR & PERAYAAN HUT 72 BPK PENABUR 15 KO...
EVENT - 14 September 2022
P.O.P (PODCAST OF PLUSSIAN) #3 | CHASING YOUR DRE...
EVENT - 09 October 2022
TRIAL CLASS | GET CLOSER TO SMPK PLUS PENABUR CIR...
TRIAL CLASS | GET CLOSER TO SMPK PLUS PENABUR CIR...
EVENT - 11 October 2022
READHATON | LIBRARY TIME AT SMPK PLUS PENABUR CIR...
READHATON | LIBRARY TIME AT SMPK PLUS PENABUR CIR...
EVENT - 12 October 2022
COMING SOON | PLUSSIAN DRAMA FESTIVAL 2022 IS BAC...
COMING SOON | PLUSSIAN DRAMA FESTIVAL 2022 IS BAC...
EVENT - 15 October 2022
TRIAL CLASS | GET CLOSER TO SMPK PLUS PENABUR CIR...
TRIAL CLASS | GET CLOSER TO SMPK PLUS PENABUR CIR...
EVENT - 30 January 2023
CONGRATULATIONS FOR THE WINNER OF CHINESE NEW YEA...
EVENT - 30 January 2023
HAPPY CHINESE NEW YEAR !!! | YEAR OF HOPE
HAPPY CHINESE NEW YEAR !!! | YEAR OF HOPE
EVENT - 30 January 2023
CONGRATULATIONS FOR THE WINNER OF SINGING COMPETI...
CONGRATULATIONS FOR THE WINNER OF SINGING COMPETI...
EVENT - 10 February 2023
TOGETHER WITH Dr. GHINA AND PUSKESMAS SUNYARAGI C...
TOGETHER WITH Dr. GHINA AND PUSKESMAS SUNYARAGI C...
EVENT - 13 February 2023
PRACTICAL EXAM OF GRADE 9 STUDENTS SMPK PLUS PENA...
PRACTICAL EXAM OF GRADE 9 STUDENTS SMPK PLUS PENA...

Choose Your School

GO