Me and Other

Berita Lainnya - 08 February 2021

Me and the other
Oleh Zebulon Yakhin Dan Boas, M.Th

        

         Pernahkah kita kedatangan tamu di rumah? Bagi sebagian suku di Indonesia kedatangan tamu adalah sebuah kehormatan. Tuan rumah akan dengan senang hati merepotkan dirinya dengan segala persiapannya, mulai dari kerapihan rumah hingga menghidangkan santapannya. Setelah tamu itu pergi dari rumah si tuan rumah, mungkin masih meninggalkan pekerjaan bagi si tuan rumah untuk membereskannya, akan tetapi semua itu dilakukan dengan sukacita karena adanya perasaan senang dikunjungi oleh orang lain.

        

         Kisah kedatangan tamu istimewa di dalam Alkitab juga terceritakan dalam kisah perempuan Sunem di 2 Raja-raja 4: 8-37. Sunem adalah sebuah kampung dekat Yizreel di wilayah suku Ishakar. Perempuan ini adalah seorang tua yang berkecukupan secara ekonomi. Dia memiliki suami tetapi keduanya belum memiliki anak. Pada suatu hari nabi Elisa bersama hambanya Gehazi melewati daerah Sunem setelah melakukan perjalanan kaki yang sangat jauh. Berita kedatangan nabi Tuhan di kampungnya segera disambut oleh perempuan itu. Perempuan itu menyiapkan segala kebutuhan Elisa bahkan hingga membuatkan kamar baru untuk Elisa dan Gehazi. Keramahan sikap perempuan itu menggerakkan hati Elisa untuk membalas budi dengan mendoakan apa yang menjadi kebutuhan mereka, yaitu hamillah si perempuan itu hingga akhirnya mereka memiliki seorang anak. Pada ayat ke 19, diceritakan anak yang sudah besar itu tiba-tiba sakit hingga meninggal. Perempuan Sunem yang tidak pernah disebutkan namanya dalam Alkitab dengan imannya kembali mencari Elisa untuk memohon kesembuhan dari Tuhan. Di ayat ke 34, Elisa mengabulkan permohonan perempuan tersebut dan akhirnya anak tersebut bangkit kembali.

         Kisah keramahan dan iman si perempuan yang tidak dikenal namanya ini tercatat dalam Alkitab sebab dirinya adalah perempuan luar biasa. Dirinya memandang Elisa bukan hanya sebagai orang biasa melainkan adalah nabi Tuhan. Dia tahu dengan mengundang Elisa masuk ke rumahnya, sebenarnya dia pun telah mengundang Tuhan masuk dalam rumahnya. Keramahannya terhadap Elisa juga merupakan sikapnya hormat dan tunduk kepada Allah. Sikap permohonannya kepada Elisa juga gambaran sikap imannya untuk meminta pertolongan Tuhan atas kesulitan dalam hidupnya. Kisah perempuan Sunem di atas merupakan kisah luar biasa mengisahkan sikap yang tepat terhadap orang lain, yaitu melihat bahwa dengan berbuat baik kepada sesama manusia, kita pun sedang berbuat yang sama kepada Tuhan.

 

         Sikap ramah dalam masyarakat saat ini sangatlah sukar ditemukan. Di dalam transportasi umum orang sudah cuek dengan orang lain. Penulis pernah menyaksikan bagaimana seorang muda di transportasi KRL tidak mau ramah kepada orang tua yang sedang berdiri di dalam KRL tersebut. Sikap ramah di jalan raya juga sulit ditemukan. Pengendara mobil atau motor tidak menghargai pengendara yang lain padahal jalanan adalah hak bersama.

 

         Bagaimana dengan kita sekarang? Apakah kita seperti orang-orang yang penulis contohkan di atas, yang cuek kepada orang lain, atau kita mau mencontoh sikap perempuan Sunem yang mau ramah terhadap orang lain. Ramah bukan untuk meminta balasan tetapi ramah karena kita tahu bahwa apa yang kita perbuat bagi orang lain adalah perbuatan yang sama terhadap Tuhan, dan apabila kita berbuat seperti itu, berkat-berkat Tuhan pun akan turun atas kita. Mungkin dalam berbuat ramah kita tidak mendapat balasan dari orang lain, atau kita tidak akan diingat oleh orang tersebut, tetapi perbuatan kita akan selalu diingat oleh Tuhan Allah. Selamat mencoba!

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Berita Lainnya - 11 August 2020
TABAH: BERTAHAN UNTUK BERTAHAN
Berita Lainnya - 01 September 2020
Saat sendiri, kutemukan Tuhan
Berita Lainnya - 18 August 2020
7 Fakta Menarik Bahasa Indonesia
Berita Lainnya - 20 August 2020
Belum Sah Jadi Orang Indonesia Kalau Belum Tahu K...
Berita Lainnya - 17 August 2020
Upacara Online HUT 75 Tahun Republik Indonesia
Berita Lainnya - 25 May 2021
Ayo Berhemat! Manfaatkan Tenaga Surya Atap!
Berita Lainnya - 21 June 2021
Informasi Penerima SMD (Sahabat Masa Depan)
Informasi Penerima SMD (Sahabat Masa Depan)
Berita Lainnya - 21 June 2021
Hidupku Berharga!
Merenunglah dan diamlah. Ketika kita berdoa dalam...
Berita Lainnya - 28 June 2021
MELAYANI SESAMA SEPERTI MELAYANI KRISTUS
MELAYANI SESAMA SEPERTI MELAYANI KRISTUS
Berita Lainnya - 21 June 2021
Training Camp PMR
Training Camp PMR
Berita Lainnya - 06 January 2021
Menjaga Kesehatan Mental Di Masa Pandemi
Berita Lainnya - 09 January 2021
Seminar Kesehatan Mental
Berita Lainnya - 22 February 2021
Cukup di Dalam Tuhan
Berita Lainnya - 02 August 2021
Berkenalan Dengan Samudera Ke-5
Berkenalan Dengan Samudera Ke-5
Berita Lainnya - 13 August 2021
God’s (not) Dead
God’s (not) Dead
Berita BPK PENABUR Jakarta - 16 December 2020
Jangan Takut! Juru Selamat Telah Lahir!
Berita BPK PENABUR Jakarta - 19 December 2020
Seminar Kesehatan CERDIK 2020
Berita BPK PENABUR Jakarta - 20 November 2020
MENTOR BEST
Berita BPK PENABUR Jakarta - 20 July 2020
Pumping Motivation
Berita BPK PENABUR Jakarta - 25 January 2021
“Mengapa Sekolah Masih Online”
Berita BPK PENABUR Jakarta - 19 October 2022
Ibadah Komplek Pintu Air dengan tema "ANUGERAH: M...
Berita BPK PENABUR Jakarta - 19 October 2022
EKSKUR PRAMUKA PIONERING OKTOBER 2022
Rabu, 19 Oktober 2022 - Ekskur pramuka melaksanak...
Berita BPK PENABUR Jakarta - 19 October 2022
JUARA 3 BASKET PUTRA TURNAMEN FORTELATIONS OKTOBE...
Rabu, 19 Oktober 2022 - Selamat kepada Tim Basket...
Berita BPK PENABUR Jakarta - 22 October 2022
REXAR SMAK 2 PENABUR JAKARTA 2022
Jumat, 21 Oktober 2022 - Setelah 2 tahun diadakan...
Berita BPK PENABUR Jakarta - 21 October 2022
JUARA 3 KARYA ILMIAH REMAJA SMAK 2 PENABUT JAKARTA
Jumat, 21 Oktober 2022 - Selamat kepada kepada ti...

Choose Your School