Perubahan Indonesia sepanjang 26 tahun belakangan

BERITA LAINNYA - 30 November 2024

Perubahan Indonesia sepanjang 26 tahun belakangan

 

 

Tahun 2024 menandai 26 tahun perjalanan reformasi Indonesia, sebuah momen penting yang mengingatkan kita pada perubahan besar yang terjadi pada tahun 1998. Reformasi, yang dimulai dengan jatuhnya rezim Orde Baru, membawa angin segar bagi kehidupan demokrasi dan memperbaiki hal-hal di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun sudah banyak kemajuan yang dicapai, perjalanan reformasi ini juga tidak lepas dari tantangan dan kompleksitas yang terus berkembang. Oleh karena itu, saya akan membahas tenta

 

Hal pertama yang akan saya bahas adalah tentang kebebasan pers atau kebebasan untuk berpendapat. Pada masa orde baru, kebebasan pers hanyalah sebuah mimpi bagi para masyarakat yang kritis terhadap pemerintahan. Media massa berada di bawah kontrol ketat pemerintah, dengan adanya sensor terhadap berita yang dianggap bertentangan dengan kepentingan negara. Banyak wartawan dan jurnalis yang mengalami intimidasi, pemutusan hubungan kerja, hingga penangkapan karena mengkritik kebijakan pemerintah. Namun, setelah dimulainya era reformasi, kebebasan pers mengalami transformasi yang signifikan. Media diberikan kebebasan untuk menyampaikan informasi tanpa takut adanya campur tangan pemerintah. Jadi, menurut saya kebebasan pers disaat sudah sangat baik.

 

Selanjutnya saya akan membahas tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Perbedaan antara era orde baru dan era reformasi dalam bagaimana cara pemerintah menghormati kebebasan individu untuk hidup sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan. Pada masa orde baru . Aktivis, jurnalis, masyarakat, bahkan mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah sering kali menjadi korban tindakan represif seperti penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga pembunuhan. Dengan adanya reformasi besar-besaran, tentu hal ini sudah teratasi dengan  baik. Namun, menurut saya hal ini belum sepenuhnya teratasi. Masih banyak kasus-kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pemerintah terhadap masyarakat. Salah satu contohnya adalah kasus kekerasan oleh aparat keamanan di Wamena, Papua. Mereka yang hanya menyuarakan pendapatnya agar pemerintah dapat menghargai Hak mereka untuk hidup dianiaya oleh aparat hingga ada yang terbunuh.

 

Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di Indonesia adalah permasalahan yang sampai sekarang masih menjadi masalah besar yang mengancam jalannya Indonesia. Menurut saya, KKN di masa kini lebih parah dibandingkan dengan masa Orde Baru. Korupsi pada masa Orde Baru dilakukan dengan terkoordinir dengan pemerintah membangun korporatisme sehingga semua institusi memiliki organisasinya sendiri. Berbeda dengan masa Orde Baru, pada masa kini praktik KKN itu dilakukan secara individu sehingga mengakibatkan praktik KKN ini ada dari atas kebawah, dari tengah ke kanan dan samping diseluruh penjuru Indonesia. Contohnya adalah kasus mantan Menteri Perdagangan, Tom Lembong yang terbukti melakukan praktik korupsi terhadap impor gula.

 

 

Setelah KKN, kita akan membahas tentang otonomi daerah. Otonomi daerah pada masa orba dan masa reformasi mengalami perubahan yang signifikan. Pada masa orba, otonomi daerah sangatlah terbatas. Pemerintah daerah hampir tidak memiliki kekuasaan yang signifikan dalam pengambilan keputusan atau pengelolaan sumber daya daerah karena semuanya terpusat pada pemerintahan pusat. Hal ini menciptakan ketergantungan yang tinggi pada pemerintah pusat dan mengekang inisiatif daerah untuk berkembang sesuai dengan potensi lokalnya.

 

 

Setelah habisnya masa orba, Perubahan besar dalam otonomi daerah pasca-reformasi di Indonesia terjadi melalui kebijakan yang digagas oleh Presiden B.J. Habibie. Hal ini ditandai dengan pemberian kewenangan yang lebih besar kepada pemerintah daerah untuk mengatur dan mengembangkan daerahnya sendiri dengan cara pemberian porsi anggaran yang lebih besar oleh pemerintah pusat. Meski begitu, penerapan otonomi daerah di era reformasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketimpangan pembangunan antar daerah dan potensi penyalahgunaan kekuasaan di tingkat lokal yang masih perlu diperhatikan.

 

 

Pembahasan saya yang terakhir adalah mengenai Amandemen UUD. Pada masa Orde Baru, meskipun UUD 1945 tetap menjadi dasar hukum negara, implementasinya seringkali dimodifikasi untuk mengakomodasi kebijakan otoritarian yang memperkuat kekuasaan Presiden Soeharto. Selama hampir tiga dekade, UUD 1945 tidak mengalami perubahan besar, dan banyak ketentuan dalam konstitusi diinterpretasikan secara fleksibel untuk memberikan ruang bagi sentralisasi kekuasaan, pembatasan kebebasan politik, serta penguatan peran militer dalam pemerintahan.

 

 

Namun, setelah kejatuhan Soeharto pada 1998, era Reformasi membawa perubahan besar dalam tata kelola negara melalui amandemen konstitusi. Sebanyak empat kali amandemen yang dilakukan pada tahun 1999 hingga 2002 yang bertujuan untuk memperkuat sistem demokrasi, memisahkan kekuasaan, serta melindungi hak asasi manusia. Menurut saya, hal ini mendorong Indonesia untuk menjadi negara yang lebih demokratis dan transparan hingga saat ini.

 

 

 

Indonesia telah mengalami transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Meskipun berbagai tantangan masih ada dan akan selalu ada, reformasi telah memberikan ruang dan tempat untuk kita sebagai masyarakat ikut serta mengambil bagian dalam memajukan Indonesia. Segala bentuk perubahan yang terjadi sejak 1998 ini menunjukan bahwa Indonesia masih memiliki jalan yang panjang. Kita harus berkomitmen untuk memperkuat demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Reformasi adalah hal yang sangat  penting untuk memastikan bahwa perjalanan menuju negara yang lebih adil dan sejahtera terus berlanjut.




SUMBER :

  1. https://www.kompas.id/baca/nusantara/2023/10/06/korupsi-di-masa-kini-lebih-parah-dibandingkan-masa-orba
  2. https://amp.kompas.com/skola/read/2020/12/22/165353669/pers-di-era-orde-baru
  3. https://www.unja.ac.id/reformasi-penegakan-ham-di-indonesia/
  4. https://ipem-fisipol.unja.ac.id/index.php/2018/08/07/relevansi-perkembangan-otonomi-daerah-dari-masa-ke-masa/
  5. https://www.tempo.co/politik/sejarah-perubahan-uud-di-indonesia-sejak-proklamasi-hingga-reformasi--479244

 

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Berita BPK PENABUR Jakarta - 04 October 2020
Lomba Desain Logo
Berita BPK PENABUR Jakarta - 04 October 2020
PENABUR Talents Day
Berita BPK PENABUR Jakarta - 12 October 2020
Pelantikan Pengurus Majelis Perwakilan Kelas (MPK...
Berita BPK PENABUR Jakarta - 02 November 2020
Kelompok Tumbuh Bersama - Senin, 2 November 2020
Berita BPK PENABUR Jakarta - 31 October 2020
BINA IMAN
BERITA LAINNYA - 06 February 2022
Kehidupan melalui Termodinamika
BERITA LAINNYA - 09 February 2022
Menilik Sisi Lain Wisata Bali selain Kuta
Menilik Sisi Lain Wisata Bali selain Kuta
BERITA LAINNYA - 07 February 2022
Meneguhkan Hati dalam Mencapai Tujuan Hidup
Meneguhkan Hati dalam Mencapai Tujuan Hidup
BERITA LAINNYA - 08 February 2022
Bejana Berhubungan
Bejana Berhubungan
BERITA LAINNYA - 05 February 2022
DOPPLER INSIGHT
DOPPLER INSIGHT
BERITA LAINNYA - 04 September 2023
E-SPORT: The Next Generation of Sport
BERITA LAINNYA - 05 September 2023
Sejarah Kota Yogyakarta: Kota Hamengkubuwono...
Sejarah Kota Yogyakarta: Kota Hamengkubuwono...
BERITA LAINNYA - 06 September 2023
Hitam Putih hingga Warna: "Film-Film yang Menguba...
Hitam Putih hingga Warna: "Film-Film yang Menguba...
BERITA LAINNYA - 08 September 2023
WORLD INVASION OF INTERNET
WORLD INVASION OF INTERNET
BERITA LAINNYA - 09 September 2023
Abad Pertengahan dan Marie Antoinette: Bagaimana ...
Abad Pertengahan dan Marie Antoinette: Bagaimana ...
BERITA LAINNYA - 18 March 2024
Resensi Buku: "Koala Kumal" karya Raditya Dika
BERITA LAINNYA - 19 March 2024
Resensi buku “LELAKI DITENGAH HUJAN”
Resensi buku “LELAKI DITENGAH HUJAN”
BERITA LAINNYA - 20 March 2024
“Resensi Buku Lima Sekawan Rahasia Harta Karun”
“Resensi Buku Lima Sekawan Rahasia Harta Karun”
BERITA LAINNYA - 21 March 2024
Resensi Buku: Lima Sekawan: Ke Bukit Billycock
Resensi Buku: Lima Sekawan: Ke Bukit Billycock
BERITA LAINNYA - 22 March 2024
“Masa Lalu Mata-Mata Terlihai Klan Bulan”
“Masa Lalu Mata-Mata Terlihai Klan Bulan”
BERITA LAINNYA - 29 October 2024
Yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin Dalam Tuhan
BERITA LAINNYA - 30 October 2024
Berpasrah Dalam Tuhan
Daily Reminder
BERITA LAINNYA - 31 October 2024
Perlindungan Tuhan Itu Sempurna
Daily Reminder
BERITA LAINNYA - 14 July 2024
Ibadah Bersama Guru dan Karyawan Awal Tahun Pelaj...
Ibadah Bersama Guru dan Karyawan Awal Tahun Pelaj...
BERITA LAINNYA - 14 October 2024
Senantiasa Mengucapkan Doa Untuk Sesama
Daily Reminder

Choose Your School

GO