Renungan:
    Tahun 1998, gempa besar di Armenia meruntuhkan banyak gedung. Salah satunya adalah sebuah sekolah TK. Di balik reruntuhan sekolah itu 13 nyawa sedang bertahan hidup menunggu pertolongan. Di antaranya adalah seorang anak lelaki kecil yang terus berkata kepada teman-teman dan gurunya. “Bertahanlah, ayahku akan datang menolong aku. Kita akan selamat” Kira-kira begitu yang dikatakannya. Benar. Di luar reruntuhan itu ayah sang anak sedang bekerja keras tanpa lelah menggali reruntuhan. Tiga puluh enam jam lamanya. Akhirnya si anak melihat wajah ayahnya. Mereka berhasil dikeluarkan. Sang anak tahu, ayahnya bisa diandalkan.

   Ketika Firman Tuhan ini disuarakan nabi Yesaya, Israel sedang dalam keadaan yang menyedihkan. Hidup sebagai bangsa yang terbuang akibat kekalahan dalam perang. Tidak ada lagi sukacita seperti ketika mereka hidup di Yerusalem sebagai bangsa yang merdeka. Dalam suasana itu Firman Tuhan mengingatkan bahwa Dia adalah Tuhan yang tetap bisa diandalkan. Akulah yang terdahulu, yang mengeluarkan Israel dari tanah perbudakan, Aku juga yang terkemudian, yang akan mengeluarkan engkau dari tanah pembuangan. Demikian suara Tuhan bagi umatNya.

    Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan. Di saat pandemi ini banyak orang dirundung oleh kesusahan. Baik karena sakit-penyakit, kedukaan, maupun ekonomi yang melambat bahkan berhenti. Mungkin kita juga sedang mengalaminya. Percayalah, TUHAN kita adalah Penolong Yang Setia. Dia yang telah mengeluarkan dan menolong kita dari berbagai masalah kita di waktu lampau, Dia juga yang akan mengeluarkan dan menolong kita dari berbagai masalah di masa pandemi ini. Karena itu bertahanlah dalam pengharapan. Jalanilah hari ini dengan semangat dalam perjuangan bersama Tuhan. Dia adalah TUHAN yang tidak pernah berubah. Kasihnya dahulu telah kita alami. Kini, nanti dan selamanya akan menolong kita.

Amin

Author : Hendro S. Lumbanraja, M.Pd (Kepala Sekolah SMAK 7 PENABUR Jakarta)

Choose Your School