Renungan:

   Kantong kertas itu dikeluarkan ibu dari tasnya. Satu demi satu belanjaan ibu dimasukkan kasir toko ke dalamnya hingga penuh. Gula, mie instan, susu kaleng, bumbu-bumbu, dll. “Kalau kutenteng kantong ini, pastilah dia akan robek dan belajaanku di dalamnya akan berserakan.” Pikir ibu dalam hatinya. Karena itu, setelah transaksi selesai, ibu menggendong kantong belanjaannya itu seperti ia menggendong bayinya. Tangan kiri menahan bagian bawah, tangan kanan memegang dan memeluk bagian tengah dan atasnya.

   Saudara yang dikasihi Tuhan. Paulus menerima tugas sebagai Rasul Kristus untuk memberitakan Injil ke berbagai tempat di Asia Kecil. Tugas itu amat berat karena ia harus menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Ditindas, dianiaya, bahkan dihempaskan oleh badai dalam perjalanannya di laut. Dalam keadaan itu Paulus mengakui bahwa ia rapuh. Seperti bejana tanah liat, ia mudah pecah oleh karena berbagai benturan dan bencana yang dialaminya dalam membawa dan memberitakan Injil Kristus. Jika ia bisa bertahan, bukan karena kekuatan dari dirinya, namun karena kekuatan yang melimpah-limpah yang berasal dari Allah.

  Bapak, ibu, saudara yang dikasihi Tuhan. Hidup kita juga dipenuhi oleh berbagai tugas dan tanggung jawab. Tugas dan tanggung jawab kepada keluarga: istri, suami, anak-anak, atau anak kepada orangtua. Tugas dan tanggung jawab kepada keluarga besar, kepada gereja, kepada kantor tempat kita bekerja, dan juga kepada masyarakat. Semua itu bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan dan kesulitan yang kita hadapi. Apalagi di masa pandemi ini, berbagai pembatasan membuat situasi semakin sulit. Bagai kantong kertas itu kita rapuh dan mudah robek. Bagai bejana tanah liat kita mudah pecah oleh berbagai persoalan yang kita hadapi. Namun kepada kita Allah menawarkan kekuatan yang melimpah-limpah. Kita digendongnya agar tidak terkoyak atau hancur. Walau berat tugas yang diberikan Tuhan bagi kita, Ia menggendong kita dan menjaga kita sehingga kita tetap dapat bertahan menjalani hidup hari ini dan esok  sesuai tugas yang diberikanNya bagi kita.

Amin.

Author : Hendro S. Lumbanraja, M.Pd (Kepala Sekolah SMAK 7 PENABUR Jakarta)

Choose Your School