Tsunami dan Rintihan
BERITA LAINNYA - 25 January 2025
Indonesia, negara kepulauan dengan sejuta keindahan yang dinamai dengan Zamrud Khatulistiwa, menghadapi teka-teki berupa bencana tsunami yang sering terjadi. Dalam kurun waktu hampir 20 tahun terakhir, Indonesia mengalami lima kali bencana tsunami tepatnya, dua kali terjadi secara berturut-turut di tahun 2018, yakni tsunami Palu dan tsunami Selat Sunda.
Tsunami sendiri adalah gelombang laut besar dan merusak yang diakibatkan oleh gangguan di dasar laut atau kolom air laut. Didasari dari berita detik.com Indonesia rentan terhadap tsunami karena letaknya berada di Pacific Ring of Fire dan kemungkinan akibat jatuhnya meteor ke bumi, pergeseran lempeng, tanah longsor, serta erupsi gunung api.
Dampak dari tsunami sangat merugikan bagi mereka yang terkena dampaknya. Kehilangan nyawa yang besar sering kali terjadi, membawa duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Tidak hanya itu, infrastruktur kritis di wilayah terdampak mengalami kerusakan parah. Bangunan, jalan, dan fasilitas publik lainnya hancur, mengakibatkan kesulitan besar dalam pemulihan. Diambil dari databoks dengan judul artikel "Deretan Bencana Tsunami Terbesar yang Menelan Ribuan Korban Meninggal di Indonesia" mengatakan bahwa sepanjang sejarah, sejumlah bencana tsunami terbesar pernah melanda Indonesia. Akibat bencana alam tersebut, ratusan hingga ribuan orang menjadi korban meninggal dunia. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, bencana tsunami terbesar di Indonesia terjadi di Aceh pada tahun 2004 silam. Jumlah korban meninggal dunia dari peristiwa alam tsunami Aceh itu disebut mencapai 227.898 jiwa.
Tidak hanya memakan korban jiwa, tsunami juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Diambil dari berita CNN Indonesia mengatakan bahwa "Terdapat satu lokasi yang terumbu karangnya datar, sekarang tinggal patahan-patahan saja karena dahsyatnya gelombang tsunami. Terumbu karang di sana seperti digilas alat berat, sedangkan di kawasan Pantai Sikakap, ada teluk yang berisi hutan mangrove dan itu habis semua mangrovenya kena tsunami." Sehingga didapat bahwa tsunami juga mengakibatkan ekosistem bawah laut dan pesisir dapat mengalami kerusakan besar, dengan ancaman terhadap kehidupan laut dan keanekaragaman hayati. Pencemaran akibat bahan kimia atau limbah yang terbawa oleh gelombang tsunami juga dapat menyebabkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan.
Selain itu, seperti yang kita ketahui semua bencana termasuk tsunami dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar. Kehilangan aset, termasuk rumah, bisnis, dan properti lainnya, mengancam kestabilan ekonomi individu dan komunitas yang terkena dampak. Proses pemulihan memerlukan investasi besar untuk membangun kembali infrastruktur dan memulihkan kehidupan normal. Tak kalah penting, dampak psikologis dari bencana tsunami tidak dapat diabaikan. Selain trauma akut yang dialami oleh korban langsung, terdapat dampak jangka panjang pada kesejahteraan mental dan emosional dari seluruh komunitas yang terkena dampak dapat menjadi tantangan yang berat. Bahkan bagi mereka yang tidak terkena langsung, keterlibatan dalam membantu korban tsunami menjadi kewajiban moral. Solidaritas dan kontribusi bersama dalam upaya pemulihan adalah esensi dari kebersamaan kemanusiaan. Keluarga dari mereka yang terkena dampak juga memerlukan bantuan untuk memulihkan kehidupan mereka.
Oleh karena itu, perlunya kesadaran akan dampak besar yang ditimbulkan oleh tsunami, baik bagi mereka yang terkena dampak langsung maupun bagi masyarakat secara keseluruhan, tidak boleh diabaikan. Karena upaya kolaboratif dalam pencegahan, mitigasi, dan respon terhadap bencana ini adalah suatu keharusan, guna melindungi kehidupan dan keberlangsungan lingkungan kita. Mitigasi bencana tsunami sangat penting dilakukan untuk melindungi warga, serta meminimalisir kerugian saat bencana semacam ini terjadi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pada mitigasi bencana, misalnya memberikan perencanaan darurat, dan memberikan edukasi untuk masyarakat tentang bagaimana cara merespon tsunami. Tak lain dari itu pencegahan tsunami juga dapat dilakukan dengan cara memberikan edukasi atau pengarahan mengenai resiko dari tsunami. Pemerintah juga dapat memberikan simulasi evakuasi ketika terjadi bencana tsunami. Para warga yang tinggal di pesisir pantai dapat membangun infrastruktur yang sudah dirancang tahan gempa bumi dan tsunami.
Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR
Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur