Resensi Novel Janji
BERITA LAINNYA - 04 April 2025
Judul: Janji
Genre: Fiksi religi
Penulis: Tere Liye
Penerbit: PT. Sabak Grip
Tahun Terbit: 28 Juli 2021
Jumlah Halaman: 488
ISBN: ISBN 978-623-97262-0-1
Harga Buku: Rp 105.000 (Harga P. Jawa)
Berat Buku: 0.40 kg
Bahasa: Indonesia
Negara: Indonesia
Sinopsis
Novel Janji menceritakan tentang perjalanan tiga sekawan yang tinggal di pesantren. Baso, Hasan, dan Kahar namanya mereka mendapat hukuman dari Buya, pemimpin tempat mereka belajar dan tinggal. Sebagai konsekuensi atas kenakalan mereka, Buya menugaskan mereka untuk mencari Bahar, seorang mantan santri yang dikeluarkan dari pesantren sekitar 40 tahun lalu karena perilaku buruknya.
Bahar dikenal sebagai santri yang sangat nakal dan sering membuat onar. Perbuatan terburuknya menyebabkan kebakaran di pesantren hingga menewaskan seorang santri difabel, membuat Buya akhirnya tak sanggup lagi menanganinya dan terpaksa mengeluarkannya. Sebelum pergi, Bahar menerima lima janji yang harus ia lakukan saat keluar pesantren dari Buya sebagai bekal hidupnya.
Perjalanan tiga santri ini membawa mereka bertemu dengan berbagai orang yang pernah berinteraksi dengan Bahar. Mereka mendengar kisah-kisah tentang perubahan Bahar menjadi sosok yang dermawan dan penuh tanggung jawab, seperti menyerahkan diri ke penjara untuk melindungi tetangganya dan memberikan makanan gratis kepada orang miskin. Perjalanan ini tidak hanya mengungkap siapa Bahar sebenarnya, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi ketiga santri tersebut tentang makna hidup, tanggung jawab, dan keteguhan hati.
Kelebihan
Dalam novel ini, penulis berhasil menggambarkan setiap tokoh dengan jelas dan realistis, sehingga terasa hidup dan dekat dengan pembaca. Hal ini sesuai dengan pandangan Rene Wellek dan Austin Warren dalam Theory of Literature, bahwa tokoh dalam karya sastra seharusnya memiliki ciri khas dan kedalaman psikologis agar tampak hidup. Penggambaran fisik serta karakteristik tiga sekawan yaitu Hasan, Baso, dan Kahar ditampilkan secara rinci dan khas, menjadikan masing-masing tokoh mudah dikenali. Sementara itu, tokoh utama Bahar yang memiliki masa lalu kelam digambarkan dengan mendalam dan penuh nuansa. Perjuangan, konflik batin, dan proses perubahan dirinya menjadi lebih baik disajikan dengan menarik, membuat pembaca dapat memahami dan merasakan perjalanan hidupnya.
Setiap karakter dalam novel ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda dan dijelaskan dengan baik oleh penulis. Menurut teori strukturalisme Levi-Strauss, keberagaman latar tokoh penting dalam membangun oposisi biner dan dinamika dalam narasi. Penulis menggambarkan bahwa Bahar datang dari masa lalu yang kelam dan penuh masalah, sementara Buya hadir sebagai sosok bijak yang menjadi pemandu. Hasan, Baso, dan Kahar sebagai santri muda memiliki karakter dan latar belakangnya masing-masing, yang memperkaya narasi serta memberikan warna pada cerita. Perbedaan latar belakang ini menambah kedalaman konflik dan pesan yang ingin disampaikan.
Alur cerita dalam novel Janji ini menggunakan teknik maju-mundur (flashback) yang disusun dengan rapi dan tidak membingungkan. Setiap kilas balik yang ditampilkan selalu memiliki kaitan dengan kejadian masa kini dan memperkuat pemahaman pembaca terhadap tokoh dan peristiwa. Transisi antar waktu dibuat halus dan efektif, sehingga pembaca tetap bisa mengikuti alur cerita dengan baik tanpa kehilangan fokus.
Salah satu kekuatan novel ini adalah kemampuan penulis dalam menggambarkan situasi dan suasana. Baik itu suasana pesantren, kehidupan di penjara, ataupun momen-momen reflektif para tokohnya, semuanya digambarkan dengan detail dan menyentuh. Pembaca dapat membayangkan dengan jelas latar tempat serta emosi yang dirasakan tokoh dalam setiap situasi yang dihadapi.
Dalam novel ini, Tere Liye juga menggunakan beberapa kata istilah khas pesantren dan bahasa daerah yang mungkin tidak familiar bagi semua pembaca. Namun, penulis memberikan konteks atau penjelasan yang cukup sehingga pembaca tetap dapat memahami maknanya. Hal ini sejalan dengan prinsip keterpahaman dalam teori pragmatik oleh H.P. Grice, terutama maksim manner yaitu kejelasan dalam penyampaian, yang membuat pembaca tetap nyaman mengikuti cerita tanpa merasa asing terhadap kosakata yang digunakan.
Kelemahan
Meskipun secara umum alur cerita dalam novel Janji disusun dengan baik dan runtut, terdapat beberapa bagian yang terasa lambat dan repetitif. Hal ini terutama terlihat pada bagian kilas balik yang berlangsung terlalu panjang atau saat penulis mengulang penjelasan mengenai karakter Bahar secara berulang-ulang. Meskipun dimaksudkan untuk memperkuat karakter, pengulangan ini terkadang justru membuat pembaca merasa jenuh atau kehilangan antusiasme dalam mengikuti perkembangan cerita hingga akhir.
Rekomendasi
Novel Janji karya Tere Liye sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai cerita dengan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang kuat. Buku ini cocok untuk remaja maupun orang dewasa yang ingin mengetahui makna keteguhan hati, tanggung jawab, dan pentingnya menepati janji. Dengan alur yang menyentuh dan tokoh yang penuh warna, Janji dapat menjadi bacaan reflektif yang memberikan inspirasi bagi pembaca untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Meski terdapat beberapa bagian yang terasa lambat, pesan yang disampaikan tetap kuat dan berkesan. Bagi pecinta karya-karya Tere Liye atau yang ingin mulai membaca novel bertema religi dan kehidupan, novel Janji adalah pilihan yang tepat.
Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR
Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur