Yayasan

Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2019

NEWS - 02 May 2019

Read More
Yayasan

Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PENABUR

NEWS - 18 July 2020

Read More
Yayasan

Pesan Yayasan BPK PENABUR

NEWS - 13 July 2020

Read More

Pentingya Guru Penggerak dan Merdeka Belajar di Era 4.0

BLOG - 29 July 2020

Pentingya Guru Penggerak dan Merdeka Belajar di Era 4.0

Jika melihat optimisme dalam masalah pendidikan sejatinya tidak akan pernah tuntas karena dunia ini terus berubah, dan setiap perubahan selalu melahirkan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, arah pendidikan pun harus fleksibel dan siap untuk disesuaikan. Bangsa Indonesia pun harus memiliki sistem yang secara cepat mampu menyesuaikan terhadap perubahan-perubahan. Dalam membangun sistem yang baik atau sistem yang adaptif maka yang diperlukan adalah fondasi yang kuat, karena fondasi yang kuat akan mampu mengontrol sekaligus mengefektifkan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk merespon tuntutan perubahan yang terjadi.

Guru Penggerak dan Merdeka Belajar Menurut pakarnya

Pandemi COVID-19 justru memaksa dunia pendidikan di Indonesia senyatanya memahami kebijakan yang sebelumnya menuai pro dan kontra, akankah Merdeka Belajar dan Guru Penggerak memiliki tugas berat dalam menuntaskan masalah pendidikan. Pendidikan adalah gambaran kualitas bangsa sebagai manusia yang berdaulat, bermartabat, terhormat, dan mampu berkompetisi serta bersaing secara global. Merdeka belajar dan guru penggerak bukanlah suatu yang baru dalam dunia pendidikan di Indonesia, sudah sejak lama konsep tersebut seolah menjadi tidak asing dalam pendidikan kita. Namun, selalu menjadi tantangan nyata bagi pendidikan Indonesia sejak masa lalu, sekarang dan dalam beberapa tahun ke depan. Akankah pendidikan Indonesia akan terus memiliki persoalan yang sulit diurai?

Menurut seorang psikolog yang berhasil mempublikasikan bukunya pada tahun 1069 berjudul "Freedom to learn" Pada pengantar buku tersebut, ketika lima puluh tahun lalu ia mengatakan “Sekolah kita umumnya sangat tradisional, konservatif, birokratis, dan resisten terhadap perubahan. Satu cara yang harus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda ini adalah melalui kemerdekaan belajar”.

Sebelumnya juga pada tahun 1962 Everett M. Rogers menulis buku berjudul "Diffusion Of Innovation" dimana pada buku tersebut memuat satu bab tersendiri tentang penggerak atau agen perubahan yakni, "Di masa kini, guru yang apa adanya tidak lagi bisa membanggakan diri, karena guru hebat lah yang bisa diandalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang melahirkan disrupsi diberbagai bidang. Tetap semangat dan jadilah selalu guru penggerak".

Menyoal kemerdekaan belajar, sejak lahir manusia sudah memiliki empat hal fitrah dalam belajar yakni; memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (intellectual curiosity). Memiliki daya imajinasi kreativitas yang tinggi (Creative imagination). Memiliki kemampuan berpikir untuk menemukan suatu pengetahuan (art of discovery and invention). Memiliki akhlak mulia (noble attitude) terhadap proses penemuan ilmu. Mengutip dari John Maxwell seorang penulis terkenal, ketika semua sukses dan gagal tergantung pada pembelajaran, namun sayangnya pembelajaran belum merdeka dan belum memerdekakan.

Selanjutnya Sandy MacGregor dalam bukunya "Piece Of Mind” menyatakan anak-anak usia 5 tahun memperoleh lebih banyak data dan fakta dari pada mahasiswa selama lima tahun kuliah di perguruan tinggi karena anak-anak mendapatkan kemerdekaan dalam tumbuh kembangnya. Mereka menikmatinya dan sangat senang melakukannya, sementara banyak mahasiswa mengalami stress dalam perkuliahannya. Kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yakni jangan selalu dipelopori atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetapi biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri.



Peran Penting Guru Penggerak di Era 4.0

Guru penggerak adalah guru yang mempunyai sikap keteladanan dan keikhlasan terlebih dahulu, baru kemudian sebagai fasilitator dalam mengajarkan yang kreatif, efektif, dan menyenangkan. Artinya menjadi guru penggerak harus menjadi teladan bagi siswa, menjadi orang tua yang selalu membimbing anaknya, menjadi problem solver dalam setiap sumbatan pengetahuan dan wacana bagi orang-orang di sekitarnya.

Nilai esensial lainnya yang harus tertanam pada seorang guru penggerak adalah berfikir, berdzikir, beramal sholeh, serta mengabdi kepada masyarakat. Kemudian sebagai guru penggerak, dia bukan sekedar mengajarkan keilmuan tertentu, tapi dia juga harus dapat menjadi instrumen perekat nilai-nilai kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air, nilai religiusitas dan spiritualitas.

Itulah beberapa pendapat dari para pakar pendidikan tentang Merdeka Belajar dan Guru Penggerak dalam menghadapi era otomasi. Di mulai sekarang, sebuah makna dari guru penggerak dalam era 4.0 guru harus mulai mengubah paradigmanya yakni lebih berfikir kritis, terbuka, bekerja profesional dan ikhlas, juga harus berkembang untuk menjadi guru yang hebat. Karena di masa kini, guru yang apa adanya tidak lagi bisa membanggakan diri, karena guru hebat yang bisa diandalkan untuk memenuhi tuntutan zaman yang melahirkan disrupsi diberbagai bidang. Maka dari itu, tetap semangat dan jadilah guru penggerak hebat.

Tags:

Read More

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

NEWS - 02 May 2019
Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam...

Yayasan

NEWS - 18 July 2020
Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PE...

Yayasan

NEWS - 13 July 2020
Pesan Yayasan BPK PENABUR

Yayasan

Artikel - 31 October 2019
Spiritualitas Guru Kristiani

Yayasan

Press Release - 01 December 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Bandar Lampung da...

Yayasan

BLOG - 13 June 2020
Tips Menjadikan Belajar Online Menyenangkan untuk...

Yayasan

BLOG - 15 June 2020
5 Hal Seru yang Membantu Anak Makin Giat Belajar ...

Yayasan

BLOG - 16 June 2020
Meningkatkan Efektivitas dengan Mendengarkan Musik

Yayasan

BLOG - 17 June 2020
Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Metode Read al...

Yayasan

BLOG - 18 June 2020
Seberapa Banyak Kata yang Harus Dikuasai untuk Bi...

Yayasan

BLOG - 25 July 2020
5 Tips Melatih Anak Menjaga Kebersihan di Sekolah

Yayasan

BLOG - 01 August 2020
Tantangan Pendidikan di Era Disrupsi Teknologi

Yayasan

BLOG - 03 August 2020
5 Cara Menanamkan Rasa Nasionalisme Pada Anak

Yayasan

BLOG - 04 August 2020
Bagaimana Menjaga Efektivitas Belajar Saat Pembel...

Yayasan

BLOG - 05 August 2020
Belajar Cinta Tanah Air Bersama Siswa BPK PENABUR

Yayasan

BLOG - 08 June 2020
Tips Meningkatkan Konsentrasi Anak Saat Belajar O...

Yayasan

BLOG - 09 June 2020
Ini Dia Biaya Pendidikan Anak Dari SD hingga S1 y...

Yayasan

BLOG - 10 June 2020
5 Manfaat Pendidikan Karakter yang Penting untuk ...

Yayasan

BLOG - 25 June 2020
5 Tips Agar Anak Cerdas Dalam Berinternet. Orang ...

Yayasan

BLOG - 26 June 2020
3 Tipe Gaya Belajar! Mana Gaya Belajar yang Palin...

Yayasan

BLOG - 19 August 2020
Inilah Penjelasan Sekolah Satuan Pendidikan Kerja...

Yayasan

BLOG - 20 August 2020
Menguatkan Merdeka Belajar dan Prestasi Siswa di ...

Yayasan

BLOG - 21 August 2020
Sekolah TKK Favorit BPK PENABUR Bandung dengan Pr...

Yayasan

BLOG - 22 August 2020
Tips Agar bisa Fokus Belajar Home Learning saat P...

Yayasan

BLOG - 29 August 2020
Pentingnya Belajar Bahasa Inggris untuk Semua Ora...