Yayasan

Jurnal No.32 Tahun ke-18/Juni2019

Daftar Jurnal - 13 August 2019

Read More
Yayasan

Jurnal No.31 Tahun ke-17/Desember 2018

Daftar Jurnal - 01 December 2018

Read More
Yayasan

Jurnal No.30 Tahun ke-17/Juni2018

Daftar Jurnal - 01 June 2018

Read More

Jurnal No.32 Tahun ke-18/Juni2019

Daftar Jurnal - 13 August 2019

“Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru.” Belajar tentang pengembangan pendidikan di Finlandia yang disebut memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, sangat jelas dipahami oleh pemerintah Finlandia bahwa pendidikan akan maju dan berkembang jika Negara memiliki guru-guru yang dapat diandalkan untuk menjadi pelopor kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, dalam membangun sistem pendidikannya pemerintah Finlandia juga membangun institusi pendidikan guru untuk menghasilkan guru yang master di bidang pendidikan. Guru pendidikan dasar haruslah master di bidang riset pendidikan, hal ini akan menjamin guru mampu mengembangkan pendidikan secara profesional. Inilah yang menjadikan profesi guru di Finlandia sangat dihargai dan dibanggakan. Bagaimana dengan di Tanah Air tercinta ini, adakah harapan Bapak Menteri dapat terpenuhi atau harapan tinggal harapan? Rupanya jalan terjal yang harus dihadapi, sebab perjalanan membuat guru profesional tidak semudah membalikkan tangan. Jalan panjang sertifikasi tenaga pendidik hingga saat ini diakui belum memenuhi harapan pemerintah, yaitu meningkatnya kualitas pendidikan di tanah air. KOMPAS.com – Kamis, 21 November 2019, Krisis Dunia, Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia. Pada World Bank Review 2019 di awal tahun 2019 Bank Dunia secara terbuka mengatakan bahwa Indonesia tidak siap menghadapi Revolusi Industri 4.0. Bank Dunia juga menulis bahwa rerata hasil belajar para pelajar di Jakarta lebih buruk dari rerata hasil belajar pelajar pedesaan di Vietnam. Target ambisius Bank Dunia melihat gawatnya situasi “Learning Poverty” kemiskinan (dalam) belajar, yaitu 53 persen anak usia 10 tahun di bumi tidak paham yang mereka baca, maka Bank Dunia menetapkan upaya untuk mencapai penurunan menjadi setengahnya, yakni dari angka 53 persen (2015) hanya tersisa 27 persen anak usia 10 tahun di 2030 yang tidak paham teks yang dibacanya. Berdasarkan angka itu, Indonesia menyumbang 47 persen. Ini sebuah angka nominal persentase terbaik dibanding ketidakpahaman sains sebesar 74 persen dan Matematika sebesar 77 persen (INAP/AKSI 2017)... Untuk lengkapnya dapat dibaca pada Jurnal Pendidikan PENABUR No. 32 (Narendra Prabu A.P)

Untuk mengunduh per topik silakan klik di bawah:

Hal 000 Pengelola Jurnal

Hal 00 Daftar Isi

Hal 0 Kata Pengantar

Hal 1-23 Merancang Pembelajara IPA

Hal 24-35 Pendidikan Karakter Berbasis Kelas

Hal 36-60 Penggunaan Young Scientist

Hal 61-73 Karakteristik Isoterm

Hal 74-84 Kreatif dan Produktif

Hal 85-100 Optimalisasi Penggunaan Sensor Vakog

Hal 101-106 Isu Mutakir

Hal 107-110 Resensi Buku

Hal 111-121 Profil BPK PENABUR Cirebon

Hal. 122 bagian dlm sampul belakang Terakhir

Tags:

Read More

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

Daftar Jurnal - 13 August 2019
Jurnal No.32 Tahun ke-18/Juni2019

Yayasan

Daftar Jurnal - 01 December 2018
Jurnal No.31 Tahun ke-17/Desember 2018

Yayasan

Daftar Jurnal - 01 June 2018
Jurnal No.30 Tahun ke-17/Juni2018

Yayasan

Daftar Jurnal - 30 December 2017
Jurnal No.29 Tahun ke-16/Desember 2017

Yayasan

Daftar Jurnal - 30 June 2017
Jurnal No.28 Tahun ke-16/Juni 2017