TRADISI VS INOVASI oleh HARYANTI
Artikel - 22 January 2025
TRADISI vs INOVASI
Indonesia negara yang unik dengan berbagai kekayaan dan keberagaman budaya di setiap daerahnya. Keberagaman ini menjadi cermin identias masyarakat lokal yang biasa dikenal dengan tradisi. Di Setiap daerah, tradisi menjadi sesuatu yang diuri-uri karena merupakan warisan budaya yang mengandung nilai-nilai, norma, dan kebiasaan yang membentuk identitas suatu masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Di balik tradisi tersimpan kearifan hidup yang telah teruji oleh waktu. Akan tetapi di era saat ini, tradisi seringkali dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan kaku. Seiring perubahan yang terus bergerak cepat, tradisi menjadi sesuatu yang tidak punya ruang di hati generasi masa kini. Setiap hari, kita disuguhkan dengan teknologi baru, ide-ide segar, dan cara-cara baru dalam menjalani hidup yang mau tidak mau, suka tidak suka kita harus beradaptasi dengan berinovasi. Inovasi adalah proses menciptakan sesuatu yang baru atau memperbaiki sesuatu yang sudah ada. Inovasi mendorong kemajuan, efisiensi, dan kemudahan hidup. Yang jadi pertanyaannya adalah: apakah dengan berinovasi kita akan meninggalkan tradisi?
Melakukan inovasi tanpa meninggalkan tradisi menjadi tantangan yang menarik untuk generasi yang sudah tergerus modernisasi. Melalui pendekatan yang tepat, kita dapat menciptakan inovasi yang tidak hanya relevan dengan zaman, tetapi juga mampu melestarikan warisan budaya kita. Jika tidak dikelola dengan baik, inovasi dapat mengancam kelestarian tradisi. Tradisi dan inovasi dapat kita satukan dengan menciptakan inovasi yang berakar pada tradisi. Dengan kata lain, kita dapat mengambil inspirasi dari nilai-nilai dan kearifan yang terkandung dalam tradisi, lalu mengaplikasikannya dalam bentuk yang baru dan relevan dengan zaman modern.
Tanpa disadari, tradisi dan inovasi saat ini sudah berjalan beriringan. Kehadiran batik modern yang memadukan motif batik tradisional dengan desain kontemporer menjadi contoh nyata bentuk inovasi tanpa meninggalkan tradisi. Contoh lainnya adalah fussion food yang kita jumpai di restoran-restoran masa kini, minuman tradisional seperti jamu dengan twist modern seperti buah segar atau rempah eksotis. Kemunculan berbagai aplikasi belajar bahasa daerah yang interaktif dan aplikasi permainan tradisional seperti congklak atau dakon di smartphone menjadi bukti bahwa tradisi juga bisa dipadukan dengan kemajuan teknologi.
Tradisi dan inovasi bukanlah dua hal yang perlu diperdebatkan dan saling dipertentangkan,
melainkan keduanya seperti dua sisi mata uang yang sama. Menjaga tradisi dan melakukan inovasi
adalah dua hal yang saling melengkapi. Dengan menemukan keseimbangan yang tepat antara keduanya, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik tanpa harus melupakan akar budaya kita. Inovasi yang berakar pada tradisi tidak hanya akan membawa kemajuan, tetapi juga akan memperkaya khazanah budaya kita.
Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, kita dapat menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tradisi di kalangan generasi muda. Mereka akan menjadi penerus yang akan menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa. Tradisi bukanlah sesuatu yang kuno dan kaku, sedangkan inovasi tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu dan tidak sekedar menciptakan sesuatu yang baru. Justru, inovasi menjai cara untuk menghidupkan kembali tradisi sehingga menjadi lebih relevan dengan kemajuan zaman.
Jadi, jawaban atas pertanyaan ": apakah dengan berinovasi kita akan meninggalkan tradisi??" adalah tidak, melainkan kita harus melakukan keduanya. Mari kita jadikan tradisi sebagai inspirasi untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan mewariskannya kepada generasi mendatang. Supaya tradisi tidak mati dan bisa dinikmati setiap generasi, mari sama-sama lakukan inovasi yang menginspirasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budayaa negeri.
Oleh: Haryanti, M.Pd., M.M.
Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR
Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur