SETIAP ORANG DIBERI TALENTA - DAILY DEVOTION
Artikel - 05 February 2025
Seorang anak remaja tampak murung duduk di dalam sebuah gedung konser. Orang-orang di sekitarnya justru sangat antusias menanti konser dimulai. Remaja itu merupakan anak dari dirigen yang akan memimpin konser musik ini. Ia murung dan tidak bersemangat karena ia satu-satunya di dalam keluarga yang tidak punya talenta di bidang musik. Ayahnya seorang dirigen sekaligus komposer, sang ibu punya suara yang bagus sebagai seorang penyanyi, sementara kedua kakaknya bisa bermain lebih dari satu alat musik. Wajar remaja tadi merasa insecure berada di dalam gedung konser yang megah itu.
Sebelum pertunjukkan, sang ayah memperkenalkan setiap anggota keluarganya yang terlibat dalam konser itu. Tak lupa ia mengajak anak bungsunya untuk naik ke atas panggung. Sang ayah berkata, “Anak kami ini memang tidak punya bakat bermusik. Namun, ia mampu menulis puisi dengan baik. Sudah ratusan puisi ditulisnya. Nak, tanpa kamu ketahui, ayah membaca beberapa puisimu. Banyak syair lagu dalam konser ini terinspirasi dari puisi-puisimu yang sangat indah. Konser ini kami persembahkan untuk talenta menulismu yang luar biasa bagus.” Anak remaja itu kemudian dipeluk oleh orang tua dan kedua kakaknya. Kisah ini ingin menjelaskan bahwa setiap orang diberi talenta, setidaknya satu talenta. Banyak orang tidak menyadarinya karena sudah merasa insecure atau minder melihat orang lain punya talenta yang lebih banyak dan lebih hebat. Ketika perasaan itu muncul, orang akan menganggap bahwa dirinya tidak punya kemampuan apa-apa, tidak berguna, tidak lagi dibutuhkan, dan lain sebagainya.
Firman Tuhan yang kita baca hari ini berkisah perumpamaan tentang talenta. Hamba terakhir dalam perumpamaan ini diberi satu talenta. Namun, ia mengubur talenta itu dan tidak mengembangkannya. Sang tuan yang datang meminta pertanggungjawaban menyebut hamba itu sebagai hamba yang jahat dan malas. Ia menyia-nyiakan talenta yang diberikan kepadanya. Padahal jika ia mau memakai dan mengembangkannya, talenta itu bisa berbuah lebih banyak seperti hamba yang mendapat lima dan dua talenta. Setiap orang termasuk kita semua diberi setidaknya satu talenta. Maukah kita memakai dan mengembangkannya? Satu talenta sekalipun harus dipertanggungjawabkan. Pakailah dan kembangkan talenta yang dipercayakan Allah kepada kita. Ketika kita bertanggung jawab pada satu hal kecil, Allah akan mempercayakan hal-hal besar kepada kita sebagai hamba-Nya yang baik dan setia.
Tim Bina Iman Jenjang
Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR
Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur