Wadah Memperlengkapi Siswa Melayani Tuhan Dalam Ibadah - Workshop Penatalayanan

Pojok Guru - 20 August 2020

Workshop Penatalayanan SMAK 1 Penabur Jakarta: Wadah Memperlengkapi Siswa Melayani Tuhan Dalam Ibadah

(Oleh Ovan Christianto, S.Th.)

 

            Jumat, 14 Agustus 2020 SMAK 1 Penabur Jakarta mengadakan workshop Penatalayanan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan oleh OSIS, khsususnya bidang 1 yang bergerak di bidang kerohanian. Dan diselenggarakan setiap tahun yang bertujuan untuk memperlengkapi para peserta didik yang terpanggil dan rindu untuk melayani Tuhan dalam ibadah yang diadakan di sekolah (baik itu ibadah rutin siswa, ibadah Natal, Paskah, ibadah awal tahun pelajaran baru ataupun ibadah-ibadah lainnya), khususnya bagi mereka yang ingin terlibat dalam pelayanan sebagai liturgos atau pemimpin pujian, singer, dan pemusik.

            Workshop kali ini dipimpin oleh dua orang narasumber yaitu Pdt. Fernando dan Ibu Rachel Daulay, mereka adalah suami istri yang terlibat aktif dalam pelayanan di gereja, khususnya di bidang musik. Tentunya topik mengenai penatalayanan ini sudah tidak asing lagi bagi kedua narasumber ini. Bukan hanya itu, kedua narasumber ini juga sudah beberapa kali diundang di acara yang sama oleh SMAK 1 Penabur Jakarta.

            Selain itu, workshop tahun ini agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dikarenakan saat ini sedang tarjadi wabah pandemi covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, workshop diadakan bukan melalui tatap muka langsung, namun, melalui jarak jauh dengan menggunakan media ZOOM. Sekalipun ada beberapa keterbatasan, dikarenakan tidak tatap muka langsung, namun, acara berlangsung dengan baik dan lancar.

            Acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka dengan doa oleh salah satu perwakilan siswa yaitu Jolene, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan yang disampaikan kepala sekolah yakni Ibu Sylviana Chrisyan, beliau mengingatkan seluruh peserta agar tetap semangat dalam mengikuti workshop ini sekalipun melalui jarak jauh, agar semakin diperlengkapi dalam pelayanan dalam ibadah, khususnya di sekolah.

            Workshop ini dibagi menjadi 2 (dua) sesi, yakni sesi 1 yaitu teori atau dasar-dasar bagi pemimpin ibadah/liturgos, singer, dan pemusik. Menurut ibu Rachel, semua yang terlibat dalam pelayanan ibadah memiliki peran yang sangat penting, peran disini bukan untuk saling berlomba seperti di ajang-ajang perlombaan. Kita tidak sedang menonjolkan diri. Namun, harus dipersiapkan dengan baik. Hal-hal apa saja yang perlu dipahami oleh liturgos dan apa saja yang tidak boleh dilakukan.

Liturgos berasal dari kata liturgi=ibadah=kebaktian (respon umat pada karya penyelamatan Allah). Pemimpin yang baik adalah seorang yang tahu apa dan siapa yang dipimpin dan kemana mereka hendak dipimpin. Hal ini dikarenakan ibadah adalah perayaan iman kepada Tuhan. Jadi harus dipersiapkan dan dilakukan dengan sangat baik. Selain itu, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan, diantaranya: Memimpin sesuai selera saya, asal memilih lagu, bukan memerintah tapi mengarahkan, jangan hanya menyanyikan lagu, jangan terlalu kaku dan ijinkan Roh Kudus bekerja, jangan menganggap semua orang tau ibadah.

Kedua pembicara juga mengingatkan para pelayan harus selalu mengawali pelayanan dengan doa. Dalam membuat liturgi dan memilih lagu harus dibangun dengan fondasi teologis yang benar. Dalam memilih nyanyian juga harus disesuaikan dengan tema. Perhatikan juga syair dan pesannya. Seorang liturgos juga bukan memerintah namun mengarahkan, missal: mengapa mereka berdiri, bertepuk tangan, dll sehingga apa yang dilakukan jelas. Tugas seorang liturgos bukan hanya menyanyikan lagu tetapi memimpin lagu.

Pak Fernando menyampaikan materi mengenai bagaimana mengiringi nyanyian dengan asyik. Alat music adalah untuk mengiringi jalannya nyanyian dalam ibadah. Hakikat mengiringi adalah mengikuti arahan/permintaan dari nyanyian. Bukan sebaliknya. Keterbatasan bukan jadi ukuran, tetapi ekspektasi orang harus menjadi motivasi. Syair dan musik ibarat air putih dalam gelas.  Hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh pemusik adalah menjadikan dirimu pusat perhatian (show off), mengikuti selera hati dan mengabaikan isi nyanyian, kerja sendiri dan asyik sendiri.

Selain itu para siswa juga diingatkan agar bernyanyi dengan benar. Santo Agustinus : “He who sings well, prays twice” (mereka yang bernyanyi dengan benar, berdoa dua kali). Nyanyian mengandung teologi (cerita tentang Allah); pesannya perlu disampaikan dengan gairah dan antusias. Seorang penyanyi ibadah perlu mengalami karya Allah, sebelum ia melakukan pelayanan. Supaya ia dapat mengerti apa yang ia nyanyikan (make sense).

Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan dalam mengiring pujian yaitu membunyikan notasi bukan bernyanyi, menganggap remeh nyanyian yang hendak dinyanyikan di ibadah, saya tidak bisa nyanyi (terpaksa), aku sudah bisa sehingga tak perlu Latihan lagi. Nyanyian ibadah umumnya diambil dari buku nyanyian, fokus bukan hanya pada membunyikan notasi dnegan benar, tetapi bagaimana bernyanyi yang benar. Perhatikan sikap tubuh yang mendukung produksi suara, dan perangkat-perangkat bernyanyi yang digunakan.

Di sesi 2 (dua) para siswa yang menjadi peserta workshop diminta untuk mempresentasikan bagaimana menjadi seorang liturgos/pemimpin pujian, mengiringi musik dan menjadi singer yang baik dalam sebuah ibadah. Setelah itu penampilan mereka dinilai oleh Pak Fernando dan ibu Rachel untuk dijadikan masukkan agar penampilan mereka lebih baik lagi. Dari berbagai teori dan praktek yang diajarkan oleh dua orang narasumber dalam workshop ini, para siswa yang mengikuti semakin diperlengkali untuk semakin memberikan yang terbaik bagi Tuhan dalam ibadah. Karena sesungguhnya, ibadah bukan hanya rutinitas ataupun formalitas, namun, ibadah merupakan perjumpaan dengan Tuhan. Dimana para pelayan dan juga setiap orang yang beribadah merayakan dan bersyukur atas kebaikan Tuhan yang sudah kita alami.

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Berita Terkini - 01 June 2020
Informasi Pemesanan Buku Kelas X Tahun Pelajaran ...
Berita Terkini - 01 June 2020
Informasi Pemesanan Buku Kelas XI dan XII Tahun P...
Berita Terkini - 18 June 2020
Informasi Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021
Berita Terkini - 29 June 2020
Informasi Pengambilan Buku dan Seragam Kelas X Ta...
Berita Terkini - 10 July 2020
SPECTRUM - Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) SM...
Berita Terkini - 26 September 2020
Webinar membaca hasil Psikotest
Berita Terkini - 26 September 2020
Webinar "Masa Remaja: Masa Penuh Kesempatan"
Berita Terkini - 28 September 2020
Pembinaan guru guna peningkatan kualitas pelayanan
Berita Terkini - 30 September 2020
PENGUMUMAN PENERIMAAN SISWA BARU GELOMBANG NON TE...
Berita Terkini - 14 October 2020
Prestasi SMAK 1 PENABUR Jakarta
Berita Terkini - 05 November 2020
Pelatihan Jurnalistik 5 November 2020
Berita Terkini - 07 November 2020
"Record of Youth" Persekutuan Remaja (FKPK Komple...
Ayat Alkitab Minggu Ini - 18 May 2020
Ayat Alkitab 18 Mei 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 25 May 2020
Ayat Alkitab 25 Mei 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 01 June 2020
Ayat Alkitab 1 Juni 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 05 October 2020
Ayat Alkitab 5 Oktober 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 19 October 2020
Ayat Alkitab 19 Oktober 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 26 October 2020
Ayat Alkitab 26 Oktober 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 02 November 2020
Ayat Alkitab Minggu ini 2 November 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 13 November 2020
Ayat Alkitab 13 November 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 09 November 2020
Ayat Alkitab 9 November 2020
Ayat Alkitab Minggu Ini - 23 November 2020
Ayat Alkitab 23 November 2020
Pojok Guru - 20 May 2020
Bersyukur
Pojok Guru - 11 June 2020
Berbagi Melalui Karya
Pojok Guru - 28 July 2020
Ruang Kelas "New Normal": Flipped Classroom

Choose Your School