Makna di Balik Lagu Daerah dari Jawa Tengah

Berita Lainnya - 23 April 2021

Makna di Balik Lagu Daerah dari Jawa Tengah

Sejak kecil, kita sudah dikenalkan dengan bermacam-macam lagu daerah khas Indonesia. Karena beragamnya budaya di Indonesia, pasti juga ada sangat banyak lagu daerah di luar sana. Lagu daerah yang sering kita dengarkan selalu memiliki nada yang mudah diingat sehingga sangat menarik untuk didengar. Namun, karena banyaknya bahasa yang ada di Indonesia, terkadang kita hanya mendengarkan dan menyanyikan lagunya saja tanpa mengetahui arti sebenarnya dari lagu tersebut. Padahal, makna di balik lagu lagu daerah tersebut juga tidak kalah menarik dan memiliki arti yang sangat bagus. Berikut adalah makna dari beberapa lagu daerah dari Jawa Tengah yang sering kita temui:

 

  1. Gundul Gundul Pacul

Lagu gundul gundul pacul ditulis oleh Sunan Kalijaga pada sekitar tahun 1400 an. Gundul gundul pacul merupakan salah satu lagu daerah yang paling terkenal di kalangan anak anak seluruh Indonesia. Meskipun lagu ini sekilas terdengar lucu dan jenaka, namun ada makna yang sangat dalam di baliknya. Pesan yang ingin disampaikan dari lagu ini adalah sebuah sindiran / teguran kepada para pemimpin.

Gundul yang memiliki arti kepala tanpa rambut merupakan sebuah kiasan yang menggambarkan sebuah kepala tanpa mahkota. Sedangkan pacul atau cangkul adalah sebuah alat yang digunakan oleh para petani untuk bercocok tanam. Pacul ini melambangkan rakyat kecil yang susah dan hidup menderita. 

Baris pertama dari lagu ini adalah “Gundul gundul pacul cul, gembelengan” dan kalimat ini memiliki arti bahwa para pemimpin bukan hanya sekedar sesosok orang yang menggunakan mahkota di kepala, namun merupakan seseorang yang bisa melihat rakyat yang susah dan bisa membantu mereka agar hidup mereka bisa lebih baik.

Baris kedua “Nyunggi nyunggi wakul kul, gembelengan” nyunggi nyunggi wakul jika diterjemahkan secara harfiah berarti membawa bakul di kepala, sedangkan gembelengan berarti sombong. Kalimat ini memiliki makna pemimpin yang seharusnya bertanggung jawab untuk membawa amanat dari rakyat malah menjadi sombong dan tamak karena merasa memiliki jabatan yang tinggi.

Baris ketiga dari lagu ini adalah “Wakul ngglimpang segone dadi sak latar.” wakul ngimpang atau bakul jatuh bermakna kepercayaan yang semula diberikan oleh rakyat hilang. Sedangkan, segone dadi sak latar yang berarti nasi jatuh berantakan di halaman memiliki makna semuanya menjadi sia sia dan tidak ada gunanya.

 

  1. Cublak Cublak Suweng

Lagu kedua yang akan dibahas adalah Cublak Cublak Suweng. Sama seperti Gundul Gundul Pacul, Cublak Cublak Suweng merupakan lagu anak. Makna yang terkandung pun cukup dalam dan mengajarkan anak tentang makna kehidupan.

Cublak cublak suweng memiliki arti tempat perhiasan atau harta. Harta yang dimaksud di sini adalah kebahagiaan dunia. Suwenge ting jelenter memiliki arti perhiasan menjadi berantakan. Makna tersirat dibalik kalimat tersebut adalah kebahagiaan yang berantakan. Mambu ketudhung gundel yang artinya bau anak kerbau memiliki arti manusia mencari kebahagiaan kemana mana, bahkan bisa melakukan hal apapun untuk mendapatkan harta itu. Pak gempong lera lere berarti bapak tua menengok ke kiri dan ke kanan. Kalimat itu artinya adalah seorang bapak tua yang memiliki harta banyak namun masih terus mencari karena harta tersebut ternyata palsu (bukan kebahagiaan yang sebenarnya). Baris terakhir dari lagu ini yaitu Sir sir pong dele gosong berarti hati kosong tanpa isi. 

Lagu ini mengajarkan bahwa sebaiknya kita tidak mengejar harta duniawi karena apa yang ada di dunia ini tidaklah kekal. Lagu ini juga memiliki pesan bahwa jika kita ingin mempunyai kebahagiaan yang kekal (cublak suweng), kita tidak perlu terus mengikuti kebahagiaan dunia hingga rela melakukan segala macam hal buruk. Karena kebahagiaan yang sebenarnya akan kita dapatkan jika kita punya hati yang baik.



  1. Suwe Ora Jamu

Suwe ora jamu merupakan lagu anak yang pendek serta memiliki nada yang mudah diingat. Di balik lagu pendek ini, ternyata ada makna yang sangat menarik. Lirik dari lagu ini adalah Suwe ora jamu (lama tidak bertemu), Jamu godhong telo (jamu daun ketela), Suwe ora ketemu (sudah lama tidak bertemu), dan Ketemu pisan gawe gelo (sekali bertemu membuat kecewa)

Lagu ini menceritakan tentang sekelompok teman yang sudah lama tidak bertemu dan ketika mereka bertemu kembali, ada kekecewaan yang dirasakan. Lagu ini juga bisa diartikan bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Terkadang, apa yang terjadi tidak sesuai ekspektasi kita dan kita sangat kecewa ketika hal tersebut terjadi. Namun, kita tidak boleh terus menerus kecewa karena perasaan tersebut pada akhirnya hanya akan menyebabkan kegagalan. Lagu ini juga mengajarkan bahwa kita harus tetap bangkit lagi walaupun ada sesuatu yang membuat kita jatuh.

Meskipun lagu ini sangat singkat dan artinya pun sederhana, namun kita semua pasti pernah merasakan hal ini dan pernah mengalami situasi yang serupa. Kita bisa terus mengingat makna makna yang terkandung dan bisa belajar banyak hal dari lagu ini.

 

Penulis: L. Earlene Ashiana XIS1/22

Editor: Valerie Livia XIS1 / 33

 

Sumber:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Berita Lainnya - 13 November 2023
Penerapan Ilmu Kimia Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Berita Lainnya - 13 November 2023
Upacara Bendera SMAK 1 PENABUR JAKARTA Memperinga...
Upacara Bendera SMAK 1 PENABUR JAKARTA Memperinga...
Berita Lainnya - 06 November 2023
Partisipasi TIM PE SMAK 1 dalam Pelatihan Peer E...
Partisipasi TIM PE SMAK 1 dalam Pelatihan Peer E...
Berita Lainnya - 03 November 2023
Sinopsis Buku: KERJA SEDIKIT DAPATNYA BANYAK
Sinopsis Buku: KERJA SEDIKIT DAPATNYA BANYAK
Berita Lainnya - 03 November 2023
Sinopsis Buku: TETAP WARAS DI TENGAH ORANG TOKSIK
Sinopsis Buku: TETAP WARAS DI TENGAH ORANG TOKSIK
Berita Lainnya - 05 October 2022
Sinopsis Judul Buku: Tak Ada Sekolah Tuk Jadi Ora...
Berita Lainnya - 28 September 2022
Sinopsis Judul Buku: Merdeka Belajar dan Implemen...
Sinopsis Judul Buku: Merdeka Belajar dan Implemen...
Berita Lainnya - 05 September 2022
Sinopsis Judul Buku: How To Respect My Self
Sinopsis Judul buku: How To Respect My Self
Berita Lainnya - 23 August 2022
Penutup yang Berkesan di Acara 17-an
Penutup yang Berkesan di Acara 17-an
Berita Lainnya - 12 August 2022
Sinopsis Judul buku: Esensialisme (Pentingkan Yan...
Sinopsis Judul buku: Esensialisme (Pentingkan Yan...
Berita Lainnya - 29 November 2021
Untuk 76 Tahun Indonesiaku (Puisi)
Berita Lainnya - 29 November 2021
Merah Putih Harga Mati (Puisi)
Merah Putih Harga Mati Oleh: Jesslyn Theodora Mu...
Berita Lainnya - 29 November 2021
Karya Penelitian I-Project Siswa Terbaik 2021
Karya Penelitian I-Project Siswa Terbaik 2021
Berita Lainnya - 29 November 2021
HILANGNYA KASIH YANG SEMULA
HILANGNYA KASIH YANG SEMULA
Berita Lainnya - 29 November 2021
Ayat Alkitab Minggu ini 29 November 2021
Ayat Alkitab Minggu ini 29 November 2021
Berita Lainnya - 09 September 2020
Ayat Alkitab 9 September 2020
Berita Lainnya - 02 September 2020
Ayat Alkitab 2 September 2020
Berita Lainnya - 31 August 2020
Ayat Alkitab 31 Agustus 2020
Berita Lainnya - 28 August 2020
Ayat Alkitab 28 Agustus 2020
Berita Lainnya - 26 August 2020
I-project SMAK 1 PENABUR Jakarta: Upaya Meningkat...
Berita BPK PENABUR JAKARTA - 06 April 2021
Kebaktian dan Perayaan Paskah 2021
Berita BPK PENABUR JAKARTA - 06 March 2021
Sosialisasi US dan Doa Syafaat Kelas XII
Berita BPK PENABUR JAKARTA - 02 March 2021
Kebaktian 2 Maret 2021
Berita BPK PENABUR JAKARTA - 23 February 2021
Pelatihan Dewan Ambalan 2021
Berita BPK PENABUR JAKARTA - 15 February 2021
Perayaan Chinese New Year dan Valentine's Day 2021

Choose Your School

GO