History 

Pada masa sekitar tahun 1965, disrasakan adanya gejolak-gejolak politik yang memanas. Menyadari keadaan dan situasi itu beberapa pemuda dan pemudi Kristen dari berbagai gereja di Bandung merasa terpanggil untuk mendirikan sebuah sekolah lanjutan atas. Untuk menampung pemuda-pemudi usia sekolah yang tidak tertampung di sekolah-sekolah tingkat atas negeri. Juga bagi para lulusan sekolah asing(Cina) yang tidak ingin atau tidak dapat melanjutkan sekolah di luar negeri. Pemuda-pemudi ini berharap dan berpandangan bahwa melalui sekolah dapatlah diarahkan pemikiran dan jiwa sesuai dengan tujuan Pendidikan nasional, sehingga hal ini dapat berakibat positif bagi negara dan bangsa.

Setelah berkali-kali mengadakan perundingan dan konsultasi maka pemuda-pemudi ini sepakat agar sekolah yang baru ini dapat dikelola oleh BPK Jabar KPS Bandung, yang pada saat itu sudah memiliki beberapa SD dan sebuah SMP, tetapi belum memiliki sebuah SMA. Pada bulan Juli 165, dimulailah awal tahun ajaran 1965-1966 SMA Kristen Kosambi di jalan Kosambi, yang waktu belajarnya dimulai pukul 12.30 setelah usai waktu belajar SD dengan kepala sekolahnya Drs. Kwee Hok Gwan beserta wakil-wakilnya Lee Tjen Tiong (alm) dan Tan Giok Lan.

Kelas yang dibuka adalah satu kelas 1, satu kelas 2 Pas/Pal, satu kelas 3 Pas/Pal dan murid-muridnya yang kebanyakan bekas sekolah Tionghoa. Sejak dimulainya bentuk staf pimpinan SMAK Kosambi menjadi direktorium. Ketuanya adalah Drs. W. Nababan, dengan anggota G. Tedjosutikno (alm), Nani Thio, dan Mustika.

Situasi belajar mengajar tidaklah begitu lancar karena partisipasinya dalam kegiatan KAPI. Tapi walaupun demikian dengan didorongkan dengan semangat belajar yang tinggi, SMAK berhasil meluluskan angkatan 1 atau Angkatan AMPERA sebanyak 100% dan ini merupakan prestasi yang luar biasa. Lulusan ini banyak yang diterima di perguruan tinggi terkemuka.

Sekitar Maret 1967, Direktorium dibubarkan dan ditunjuklah Sdr. Jozua Tedjajuwana sebagai kepala sekolah dan Sdr. Gideon Tedjosutikno sebagai wakilnya. Mengingat kesibukan studinya, maka pada tanggal 1 januari 1969 wakil kepala sekolah diserahterimakan kepada Sdr. F. Kawareh. Akan tetapi masa jabatan Sdr. F. Kawareh hanya sampai bulan Maret 1969 karena bertugas di New Zealand, maka Sdr. G. Tedjasutikno mengambil alih lagi jabatan wakil kepala sekolah.

SMAK ini semakin berkembang dan karena lokasi Kosambi dianggap tidak memadai lagi, maka pengurus KPS Bandung memindahkannya ke jalan Pasirkaliki 157 Bandung dengan ruang-ruang kelas darurat, bekas gudang dan bengkel PKPN. Waktu belajar diubah menjadi pagi hari. Kepala Sekolah masih dipegang oleh Sdr. G. Tedjosutikno dipercayakan untuk menjadi kepala sekolah Citepus.

Pada tahun 1972 bersama-sama SMAN 2 dan SMA Trinitas, SMAK BPK ditunjuk oleh kepala dinas SMA CQ. Kabid PMU agar mencoba system kredit dan murid-muridnya diberikan pelajaran yang dapat membekali dirinya setelah tamat sekolah. Jumlah siswa-siswi BPK kian bertambah dan pada tahun yang sama dibukalah kelas 2 jurusan ilmu sosial.

Dengan berdirinya SMAK Petang pada tahun 1976, maka nama SMAK BPK Kosambi diubah menjadi SMAK 1 BPK dengan pimpinan sekolah masih Sdr. Tedjajuwana dan P.H.Uria. Tahun 1983 diberlakukan kurikulum 1984 dan untuk pengelolaan yang lebih baik, maka system pimpinan sekolah diubah menjadi satu kepala sekolah dan dua wakil kepala sekolah.

Menginjak tahun 1988 terjadi pergantian pucuk pimpinan SMAK 1 BPK, yaitu dari Sdr. J. Tedjajuwana kepada Sdr. Iwan Tedjasukmana, S.H. pada tahun 2001, SMAK 1 resmi mendapat ijin sebagai salah satu sekolah yang berhak mengadakan program aselerasi untuk yang pertama kalinya di Kota Bandung.

Choose Your School

GO