EARTH DAY "RESTORE OUR EARTH"

BERITA LAINNYA - 22 April 2021

Hari Bumi Sedunia (Earth Day) tahun ini Hari Bumi Internasional jatuh pada Kamis, 22 April 2021. Tema Hari Bumi 2021 adalah "Restore Our Earth" atau Pulihkan Bumi Kita. Sebagaimana dikutip laman earthday.org tema Hari Bumi tahun ini berfokus pada proses alam, teknologi hijau yang sedang berkembang, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia.

Laman Earth Day menulis, Hari Bumi menandai hari lahir gerakan lingkungan modern pada tahun 1970. "Hari Bumi pada 1970 lalu menyuarakan kesadaran publik yang muncul tentang keadaan planet kita," tulis Earth Day di laman resminya.

Lebih dari 1 miliar orang di 192 negara sekarang berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bumi setiap tahun. Hari Bumi dijadikan peringatan sipil terbesar di dunia. "Hari ini, kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari Hari Bumi dan membantu aksi iklim lebih lanjut di seluruh dunia," tulis earthday.

Ada beberapa cara agar kita dapat berpartisipasi untuk menjaga bumi kita, yuk kita lihat :

1. Menggunakan tas/kantung kain untuk belanja

Penggunaan kantung plastik (kresek) untuk berbelanja masih menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Kantung plastik tersebut pada akhirnya akan dibuang dan menjadi sampah anorganik. Untuk menguraikan sampah anorganik berbentuk kantung plastik (kresek) membutuhkan waktu 10 sampai 20 tahun (p-wec.org).

Lamanya waktu penguraian akan membuat sampah plastik menumpuk, apalagi kalau membuangnya secara sembarangan ke aliran sungai, sehingga pada saat musim hujan datang, aliran sungai meluap dan terjadilah banjir.

Cara kecil yang bisa dilakukan oleh masyarakat mengurangi penggunaan kantung plastik yaitu dengan selalu membawa tas/kantung kain untuk berbelanja. Setiap belanja anda bawa kantung kain tersebut dan simpan belanjaan di dalam kantung kain tersebut.

Aksi kecil namun berdampak besar ini setidaknya akan mengerem dan mengurangi penggunaan kantung plastik (kresek). Contohnya bisa kita lihat di negara Jepang yang mewajibkan penduduknya untuk menggunakan tas belanja sendiri.


2. Ganti tisu dengan serbet kain

Dahulu kalau orang bepergian selalu membawa sapu tangan kain yang berfungsi untuk me-lap keringat dan debu. Namun saat ini orang ingin lebih praktis dengan menggunakan tisu yang terbuat dari kertas.

Penggunaan tisu yang masif pada akhirnya akan berdampak pada lingkungan terutama lingkungan hutan. Hal ini disebabkan karena pembuatan tisu yang berasal serat kayu yang berasal dari pulp (bubur kertas). Pulp dihasilkan dari pengolahan kayu pohon yang ditebang dari hutan, mengakibatkan banyak hutan gundul, munculnya erosi tanah, meningkatnya gas karbon akibat berkurangnya pohon-pohon yang pada akhirnya meningkatkan pencemaran udara.

Aksi kecil mengganti tisu dengan serbet kain akan mengurangi penggunaan tisu dan berkurangnya penebangan pohon di hutan-hutan. Aksi kecil berdampak besar dapat dilakukan oleh kita saat ini juga, ganti penggunaan tisu dengan sapu tangan kain atau serbet kain yang dapat digunakan berulang-ulang.


3. Menghemat kertas untuk fotocopy dan print out

Penggunaan kertas di lingkungan kerja dan perkantoran memang masih tinggi. Pencetakan dokumen dan surat-surat masih menggunakan kertas sebagai medianya. Meskipun ada juga yang sudah menggunakan teknologi digital (paperless) untuk mengurangi penggunaan kertas dalam aktivitas kantornya.

Permintaan kertas yang tinggi pada akhirnya dapat memicu meningkatnya penebangan pohon di hutan, karena kertas terbuat dari serat kayu yang berasal dari pohon-pohon. Hutan yang gundul apalagi tidak diikuti dengan menanam kembali hutan berakibat pada munculnya banjir, erosi, longsor, pencemaran udara dan lainnya.

Aksi kecil menghemat kertas untuk memfotocopy dan print out dapat kita lakukan sendiri. Caranya dengan mencetak dokumen secara bolak-balik. Mencetak 10 halaman dokumen memerlukan 10 lembar kertas kalau kita print 1 halaman 1 lembar. Namun apabila kita print bolak-balik maka 1 lembar kertas dapat mencetak 2 halaman. Sehingga apabila mencetak 10 halaman maka hanya dibutuhkan 5 lembar kertas saja, dapat menghemat 50%.


4. Tidak membuang air bekas mencuci sayuran

Air sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Ketersediaan air semakin berkurang akibat bertambahnya populasi penduduk, sehingga kita harus bijak dan hemat dalam menggunakan air. Aksi kecil menghemat air yaitu dengan tidak membuang air bekas mencuci sayuran, dan gunakan untuk menyiram tanaman, sehingga untuk menyiram tanaman tidak perlu mengambil air yang baru dari keran.


5. Membuat kompos dari sampah organik

Sampah organik biasa dihasilkan dari dapur berupa sayuran tidak terpakai, kulit buah, daun dan lainnya. Sampah dapur organik seperti ini bisa anda manfaatkan tanpa harus membuangnya ke tempat sampah yaitu dengan dijadikan sebagai pupuk kompos.

Apabila memiliki sedikit lahan, pupuk kompos dari sampah organik ini dapat dibuat dengan cara mengumpukan sampah organik di dekat pohon kemudian tutupi dengan dedaunan agar dapat menjadi makanan hewan. Selain itu dapat juga menyuburkan tanah dan makhluk hidup yang ada di dalam tanah.

Aksi kecil membuat pupuk kompos dari sampah dapur organik ini dapat dilakukan siapa saja. Yang terpenting pisahkan dahulu antara sampah organik dan anorganik baru kemudian kita buat menjadi pupuk kompos.


6. Hemat penggunaan gas kompor

Aksi kecil hemat gas kompor ini dapat dilakukan khususnya oleh para ibu yang sering masak di dapur. Gas kompor umumnya menggunakan gas LPG yang diproduksi oleh Pertamina dan perusahaan swasta lainnya. Bahan baku pembuatan LPG saat ini 60% masih impor sehingga kita perlu bijak dalam penggunaannya dengan cara berhemat.

Aksi kecil menghemat penggunaan gas kompor bisa dilakukan saat kita merebus telur. Caranya saat awal merebus air, kita masukan juga telurnya. Saat air sudah mendidih, matikan api kompor dan tutup pancinya, biarkan selama 10 menit. Telur rebus akan masak dan kuning telur terlihat lebih menarik, yang terpenting kita menghemat penggunaan gas selama 5 menit.


7. Mengurangi penggunaan kendaraan pribadi

Pencemaran udara salah satunya diakibatkan oleh emisi gas yang dihasilkan dari kendaraan bermotor. Semakin banyak penggunaan kendaraan bermotor maka gas karbon yang dihasilkan akan semakin meningkat. Udara yang mengandung banyak gas karbon tidak baik untuk manusia dan dapat mengakibatkan keluhan kesehatan seperti infeksi pernafasan atas, sesak, batuk dan lainnya.

Aksi kecil mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan cara beralih ke transportasi masal atau publik, merupakan salah satu usaha yang dapat kita lakukan. Transportasi massal seperti kereta api dan bus dapat mengangkut orang lebih banyak, sehingga dapat mengurangi penggunaan kendaraan bermotor.

Selain itu diperlukan juga usaha besar yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah untuk mengurangi kendaraan bermotor pribadi di wilayahnya, seperti menjadikan transportasi massal yang nyaman, kebijakan plat nomor ganjil-genap, memperketat syarat kredit kendaraan untuk pribadi, dan lainnya.


8. Memasang lampu hemat energi dan matikan lampu siang hari

Saat ini lampu hemat energi sudah banyak tersedia di pasaran. Meskipun dibandrol dengan harga lebih mahal dari pada lampu biasa, namun dapat menghemat lebih banyak listrik. Menghemat listrik artinya menghemat pengeluaran/biaya listrik rumah tangga dan juga membantu pemerintah agar distribusi listrik merata ke semua daerah.

Aksi kecil menghemat listrik juga dapat dilakukan dengan mematikan lampu pada siang hari dan mematikan alat elektronik saat tidak digunakan. Dengan menghemat listrik kita juga membantu saudara kita untuk dapat menikmati listrik.


9. Banyak menanam tanaman

Menanam tanaman / pohon di sekitar rumah dapat menjaga pasokan oksigen di udara lebih banyak tersedia. Apabila tidak memiliki pekarangan rumah, dapat menggunakan cara-cara altenatf menanam tanaman seperti dengan metode hidroponik. Tanaman dapat ditanam menggunakan wadah tertentu ditempatkan di dinding, di tempat sempit dan tempat lainnya.

Selain mendapatkan udara segar manfaat lainnya yaitu kita dapat mengkonsumsi hasil dari tanaman tersebut. Misal tanaman yang kita tanam yaitu sayuran, buah-buahan, apabila sudah berbuah maka kita dapat memetik hasilnya juga.


10. Membuat produk daur ulang dari sampah

Usaha mengurangi sampah terutama sampah padat yang masih bisa dikreasikan menjadi produk baru, dapat dilakukan dengan cara membuat produk daur ulang. Untuk membuat produk daur ulang diperlukan proses pemilahan, pengumpulan, pemrosesan, dan pembuatan material bekas pakai.

Beberapa bahan untuk membuat produk daur ulang terbuat dari sampah diantaranya sampah kertas, kain, plastik, kaleng, botol, tutup botol, dan lain-lain. Sampah-sampah tersebut yang awalnya akan dibuang ke tempat sampah, dapat dimanfaatkan untuk membuat produk daur ulang yang kreatif.

Aksi kecil membuat produk daur ulang sampah ini akan mengurangi volume sampah, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan penghasilan masyarakat, mencegah pencemaran dan timbulnya penyakit, membantu terciptanya lingkungan yang sehat dan bersih.


11. Membeli peralatan elektronik ramah lingkungan

Apabila anda membutuhkan produk elektronik seperti AC (Air Conditioning), mesin kulkas atau mesin air, pilihlah produk yang ramah lingkungan. Pastikan produk yang anda beli tidak mengandung CFC (Chloro-Fluoro-Carbons). Karena CFC yang dihembuskan ke udara atau atmosfer dapat merusak lapisan ozon.

 

Mari kita jaga dan selamatkan bumi kita yang tercinta ini.

 

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 19 May 2020
20 SISWA SMAK GS LOLOS KSK TAHUN 2020
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 20 May 2020
BELAJAR SERU TANPA BATAS DENGAN PERPUSTAKAAN DIGI...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 20 May 2020
SALAH SATU ORANGTUA SISWA SMAK PENABUR GADING SER...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 23 May 2020
AKSI SOSIAL KOMPLEK PENABUR GADING SERPONG
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 01 June 2020
INFORMASI PEMESANAN BUKU TH. AJARAN 2020-2021
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 02 October 2020
Theodore Maximillan Jonathan  alumni SMAK PENABUR...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 18 November 2020
Rafael Kristoforus Yanto meraih GOLD MEDAL pada k...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 25 November 2020
HARI GURU NASIONAL
HARI GURU NASIONAL
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 18 November 2020
ERICK JOVAN KELAS XI BC MERAIH JUARA 2 LOMBA FALC...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 23 December 2020
PENYALURAN PROGRAM DANA SAHABAT MASA DEPAN (SMD) ...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 10 June 2021
TROY HERLAMBANG SHERAFINI MERAIH JUARA 1 GITAR SO...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 10 June 2021
FELECITA MASAYU MERAIH JUARA 1 PADA LOMBA ILUSTRA...
FELECITA MASAYU MERAIH JUARA 1 PADA LOMBA ILUSTRA...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 15 June 2021
TROY HERLAMBANG SHERAFINO MERAIH JUARA 2 LOMBA GI...
TROY HERLAMBANG SHERAFINO MERAIH JUARA 2 LOMBA GI...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 08 July 2021
INFORMASI KELOMPOK & KODE GCR KEGIATAN PLS SMAK P...
INFORMASI KELOMPOK & KODE GCR KEGIATAN PLS SMAK P...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 13 July 2021
Last Minutes Call : Masih ada kesempatan untuk be...
Last Minutes Call : Masih ada kesempatan untuk be...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 14 July 2020
GERAKAN MEMAKAIN MASKER SMAK PENABUR GS
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 14 August 2020
UPACARA DARING SMAK PENABUR GS
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 07 September 2020
UPACARA DARING 07-09-2020 "Berkorban di Era New N...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 12 September 2020
HASIL KOMPETISI SAINS TINGKAT PROPINSI
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 26 September 2020
EDUCATION FAIR SMAK PENABUR Gading Serpong “SEIZE...
BERITA LAINNYA - 22 April 2021
EARTH DAY "RESTORE OUR EARTH"
BERITA LAINNYA - 26 April 2021
MORNING DEVOTION SMAK GS 26 APRIL 2021 "KASIH, IT...
morning devotion smak gs
BERITA LAINNYA - 03 May 2021
MORNING DEVOTION SMAK GS 3 MEI 2021 "TULUS, TANPA...
Morning Devotion SMAK GS
BERITA LAINNYA - 07 May 2021
NGOBROL SANTAI : MEMBANGUN VISI WUJUDKAN MIMPI LI...
Acara Ngobrol Santai SMAK GS
BERITA LAINNYA - 07 May 2021
Youth Worship Night 4.0 "EPIPHANY"
Youth Worship Night 4.0 "EPIPHANY"

Choose Your School