Yayasan

Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2019

NEWS - 02 May 2019

Read More
Yayasan

Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PENABUR

NEWS - 18 July 2020

Read More
Yayasan

Pesan Yayasan BPK PENABUR

NEWS - 13 July 2020

Read More

Mendikbud Membuat Kurikulum Darurat Corona, Apa Isinya?

BLOG - 18 September 2020

Mendikbud Membuat Kurikulum Darurat Corona, Apa Isinya

Mendikbud Nadiem Makarim menerbitkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kepmendikbud) mengenai pelaksanaan kurikulum pendidikan dalam keadaan khusus atau saat darurat seperti saat pandemi Corona ini. Kepmen ini tertulis dalam Kepmendikbud Nomor 719/P/2020 mengenai Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus. Tertulis dalam Kepmendikbud bahwa satuan pendidikan dalam keadaan khusus dapat menggunakan kurikulum yang sesuai kebutuhan pembelajaran para peserta didik.

 

Bapak Nadiem mengatakan bahwa pelaksanaan kurikulum dalam kondisi khusus ini memiliki tujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan untuk dapat menentukan mana kurikulum yang tepat bagi kebutuhan siswa. Bapak Nadiem pun memberikan tiga opsi kurikulum yang bisa dilaksanakan selama pandemi Corona ini, yakni:

 

  1.     Tetap mengikuti dan mengacu pada Kurikulum Nasional
  2.     Menggunakan kurikulum darurat
  3.     Melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri sesuai kebutuhan siswa

 

Kurikulum darurat yang disiapkan oleh Bapak Nadiem merupakan bentuk penyederhanaan dari kurikulum nasional. Dalam kurikulum darurat ini, akan ada pengurangan kompetisi dasar untuk setiap mata pelajaran, agar para guru dan peserta didik dapat fokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk lanjutan pembelajaran tingkat selanjutnya.

 

“Dengan adanya 3 opsi kurikulum darurat di atas, diharapkan para siswa tidak merasa terbebani oleh tuntutan untuk menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan sekolah, dan pelaksanaan kurikulum darurat ini hanya akan berlaku sampai akhir tahun ajaran,” tegas Pak Nadiem.

 

Bantuan untuk peserta didik yang tertinggal

Sementara itu, untuk membantu peserta didik yang terkena dampak pandemi dan tertinggal banyak pelajaran, Mendikbud mengimbau seluruh guru untuk melakukan asesmen diagnostik. Asesmen ini dilakukan di semua kelas secara berkala untuk mendiagnosis kondisi kognitif serta non-kognitif peserta didik yang terkena dampak pembelajaran jarak jauh.

 

Asesmen non-kognitif bertujuan untuk mengukur aspek psikologi dan kondisi emosional peserta didik, seperti kesejahteraan sosial dan kesejahteraan psikologi emosi peserta didik, kesenangan peserta didik selama belajar dari rumah, serta kondisi keluarga peserta didik. Asesmen kognitif bertujuan untuk menguji kemampuan dan capaian pembelajaran peserta didik. Hasil dari asesmen ini akan menjadi dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian remedial atau pelajaran tambahan bagi peserta didik yang tertinggal.

 

Nadiem sebagai mendikbud berharap semua pihak saling bekerja sama untuk mewujudkan pendidikan untuk para peserta didik. Orang tua juga diharapkan dapat berpartisipasi dengan aktif untuk proses belajar mengajar di rumah, para guru juga dapat meningkatkan kapasitasnya dalam melakukan pembelajaran interaktif, dan sekolah pun dapat memfasilitasi kegiatan belajar mengajar dengan metode paling tepat untuk para peserta didiknya.

 

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Disiapkan Pelajar untuk Menyambut Era Digital

 

Dengan adanya kurikulum darurat Corona, para peserta didik, guru, dan orang tua dapat dengan nyaman bekerja sama mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih baik lagi.

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

NEWS - 02 May 2019
Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam...

Yayasan

NEWS - 18 July 2020
Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PE...

Yayasan

NEWS - 13 July 2020
Pesan Yayasan BPK PENABUR

Yayasan

NEWS - 26 October 2020
DIGITAL LIBRARY BPK PENABUR

Yayasan

NEWS - 27 October 2020
Launching Buku BERANI BERUBAH

Yayasan

BLOG - 18 June 2020
Seberapa Banyak Kata yang Harus Dikuasai untuk Bi...

Yayasan

BLOG - 19 June 2020
Sudahkah Memilih Sekolah Ideal untuk Anak

Yayasan

BLOG - 20 June 2020
Tips Agar Anak Tidak Bosan saat Libur Sekolah di ...

Yayasan

BLOG - 22 June 2020
Beragam Aroma Alami Ini Dapat Meningkatkan Konsen...

Yayasan

BLOG - 23 June 2020
6 Alasan Mengenalkan Bahasa Inggris Pada Anak

Yayasan

BLOG - 26 August 2020
3 Hal yang Harus Disiapkan Pelajar untuk Menyambu...

Yayasan

BLOG - 27 August 2020
Cara Mendidik Anak Agar Mampu Memecahkan Masalah

Yayasan

BLOG - 28 August 2020
Inilah Pendapat Ahli Epidemiologi tentang Pembuka...

Yayasan

BLOG - 31 August 2020
SMK PENABUR Bandung Sekolah Favorit dengan Berbag...

Yayasan

BLOG - 01 September 2020
Pilih Sekolah Terbaik untuk Masa Depan Anak, Apa ...

Yayasan

BLOG - 27 June 2020
Ini Alasan Pentingnya Musik untuk Dipelajari Anak...

Yayasan

BLOG - 29 June 2020
Ini Usia yang Tepat Mendaftarkan anak ke Sekolah

Yayasan

BLOG - 30 June 2020
Sebelum masuk sekolah sebaiknya kenalkan dulu 5 f...

Yayasan

BLOG - 01 July 2020
Menuju New Normal, Bagaimana proses Pembelajaran ...

Yayasan

BLOG - 02 July 2020
Menjadi Sekolah Kristen Terbaik! Inilah Sejarah B...

Yayasan

BLOG - 29 September 2020
Sekolah Kristen di Indonesia Perlu Berbenah Agar ...

Yayasan

BLOG - 30 September 2020
Pentingnya Mengajarkan Anak Membaca Sejak Dini
Mengajarkan anak membaca sejak dini perlu dilakuk...

Yayasan

BLOG - 01 October 2020
BPK Penabur Bekali Orang Tua Ilmu Untuk Mendampin...

Yayasan

BLOG - 02 October 2020
TKK 2 Penabur Bina Karakter dan Talenta Seni Gene...

Yayasan

BLOG - 03 October 2020
Sarana Prasarana Sekolah Menjadi Penunjang Kegiat...