Yayasan

Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2019

NEWS - 02 May 2019

Read More
Yayasan

Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PENABUR

NEWS - 18 July 2020

Read More
Yayasan

Kumpulan Artikel dan Video Inspiratif BPK PENABUR

NEWS - 11 December 2020

Read More

Cara Mendidik Anak Agar Mampu Memecahkan Masalah

BLOG - 27 August 2020

Cara Mendidik Anak Agar Mampu Memecahkan Masalah

Pengetahuan (knowledge) mungkin bisa dengan mudah dieksplor melalui buku bahkan di internet, namun tidak dengan sejumlah keterampilan yang perlu dibentuk melalui pengalaman. Sehingga, selain fokus pada nilai akademis, orang tua dan guru juga dinilai perlu mengembangkan sejumlah kemampuan yang diperlukan di abad 21 dalam diri anak. Salah satu kemampuan yang diperlukan anak untuk membantunya meraih kesuksesan di masa depan adalah kemampuan berpikir kritis dalam memecahkan masalah. 

 

Sikap kritis ditunjukan saat anak mampu untuk melihat persoalan secara lebih kompleks untuk kemudian melakukan berbagai pendekatan dalam mencari solusi. Itu sebabnya anak juga perlu belajar untuk dapat melakukan refleksi, analisa dan solusi sebagai jalan untuk keluar dari permasalahan. Berikut ini langkah orang tua untuk mendukung anak memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik.

 

1. Memberikan kesempatan anak berbuat salah

 

Perlu disadari, dalam hal ini orang tua sedang mengajarkan anak untuk terampil dalam hidup (life skil), bukan sedang menciptakan manusia super tanpa kesalahan. Jadi, beri kesempatan pada anak untuk melakukan kesalahan dan dorong untuk memecahkan masalahnya sendiri. Setelah anak mengutarakan solusi, terima dahulu pemikirannya, setelah itu bersama-sama dengan anak untuk mengatasinya.

 

2. Latih dengan permainan

 

Tak harus menunggu sampai anak berbuat kesalahan. Kemampuan memecahkan masalah juga dapat dilatih melalui permainan edukatif. Yah, gunakan metode permainan agar lebih mengasyikan dan membuat anak tidak merasa tertuntut dan tertekan dalam menerima pembelajaran tersebut. Orang tua perlu memahami kemampuan anak sesuai usianya agar metode pembelajaran dan pola asuh bisa sesuai dengan perkembangan anak.

 

3. Menjadi contoh

 

Orang tua adalah model perilaku bagi anak-anak, termasuk dalam hal memecahkan masalah. Apabila orang tua selalu menunjukan reaksi marah dengan suara keras serta mengumpat saat menghadapi masalah, maka anak akan belajar melakukan hal yang sama dalam menghadapi masalahnya. Maka, orang tua juga perlu belajar untuk menunjukan perilaku baik dalam menghadapi masalah agar dapat ditiru anak.

 

4. Komunikasi dua arah

 

Jalinlah komunikasi dua arah yang baik antara orang tua dan anak. Keterampilan komunikasi yang dimiliki orang tua dapat memperlancar tujuan pembelajaran pada anak. komunikasi bukan hanya sekedar memberikan instruksi bagi anak, tetapi juga harus terampil memberikan feedback secara asertif, serta terampil mengkomunikasikan dukungan positif bagi pembentukan perilaku anak.

 

5. Selesaikan dengan berbicara

 

Sering mengajak anak berkomunikasi dua arah secara tidak langsung juga membiasakan anak untuk menyelesaikan masalah dengan berbicara. Berikan pemahaman pada anak tentang bagaimana menyelesaikan masalah yang baik. Tidak perlu ada agresi fisik seperti memukul, atau bahkan mencubit. Tunjukan bahwa penyelesaian masalah bisa dilakukan dengan dialog. Cara ini mungkin akan terdengar sulit dilakukan anak balita, namun balita akan mampu melakukannya jika ada dukungan dari orang tua.

 

Baca Juga: Mengetahui Tahap Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Sekolah



Demikian cara mendidik anak agar ia dapat memecahkan masalahnya. Dengan cara mendidik yang benar anak-anak akan belajar sendiri mencari solusi yang tepat. Hal ini juga bisa diterapkan para guru dalam mendidik anak didiknya terutama pada saat masa-masa PAUD.

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

NEWS - 02 May 2019
Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam...

Yayasan

NEWS - 18 July 2020
Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PE...

Yayasan

NEWS - 11 December 2020
Kumpulan Artikel dan Video Inspiratif BPK PENABUR

Yayasan

NEWS - 09 January 2021
PENABUR Online Chess Festival

Yayasan

NEWS - 09 January 2021
PEMBUKAAN DAN KUALIFIKASI PENABUR ONLINE CHESS FE...

Yayasan

BLOG - 19 June 2020
Sudahkah Memilih Sekolah Ideal untuk Anak

Yayasan

BLOG - 20 June 2020
Tips Agar Anak Tidak Bosan saat Libur Sekolah di ...

Yayasan

BLOG - 22 June 2020
Beragam Aroma Alami Ini Dapat Meningkatkan Konsen...

Yayasan

BLOG - 23 June 2020
6 Alasan Mengenalkan Bahasa Inggris Pada Anak

Yayasan

BLOG - 24 June 2020
Menumbuhkan Minat Belajar pada anak dengan metode...

Yayasan

BLOG - 14 September 2020
SMPK BPK PENABUR Ajak Siswa Belajar Jurnalistik

Yayasan

BLOG - 15 September 2020
Sekolah Terbaik BPK PENABUR Punya Tantangan Untuk...

Yayasan

BLOG - 16 September 2020
Pentingnya Memiliki Dana Darurat Bagi Pelajar dan...

Yayasan

BLOG - 17 September 2020
Orang Tua dan Masyarakat Jadi Kunci Sukses untuk ...

Yayasan

BLOG - 22 October 2020
Ketua Umum BPK PENABUR: Revolusi Industri 4.0 Tid...

Yayasan

BLOG - 06 July 2020
Membantu Anak Menemukan Tujuan Belajar Agar Ia Le...

Yayasan

BLOG - 07 July 2020
Serunya Belajar di SDK Kristen Terbaik Gading Ser...

Yayasan

BLOG - 29 July 2020
Pentingya Guru Penggerak dan Merdeka Belajar di E...

Yayasan

BLOG - 30 July 2020
Perjalanan Panjang Pengabdian BPK PENABUR Mencerd...

Yayasan

BLOG - 31 July 2020
BPK PENABUR akan Membangun Generasi Bangsa Terbaik

Yayasan

BLOG - 21 October 2020
Pendidikan Karakter Tidak Akan Bisa Diajarkan Lew...

Yayasan

BLOG - 27 October 2020
Seberapa Siap BPK PENABUR Menghadapi Revolusi Ind...

Yayasan

BLOG - 28 October 2020
Inilah Sekolah Impian bagi Kebanyakan Orang Tua

Yayasan

BLOG - 29 October 2020
BPK PENABUR Resmikan Gedung 3 Sekolah Saat Peneri...

Yayasan

BLOG - 04 November 2020
8 Cara Membangun Kepercayaan Diri dan Harga Diri ...