Yayasan

Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2019

NEWS - 02 May 2019

Read More
Yayasan

Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PENABUR

NEWS - 18 July 2020

Read More
Yayasan

Pesan Yayasan BPK PENABUR

NEWS - 13 July 2020

Read More

Anak Enggan Mengerjakan PR Sekolah? 7 Trik Ini Bisa Anda Terapkan

BLOG - 24 July 2020

Anak Enggan Mengerjakan PR Sekolah

Saat anak enggan mengerjakan tugas sekolah, ada berbagai macam alasan mulai dari soal yang dinilai terlalu sulit, kelelahan, jenuh dengan rutinitas, mengantuk dan berbagai alasan lainnya. Tentu saja penting bagi para orang tua mengetahui alasan apa dibalik anak yang kerap menghindari pekerjaan rumah ini, sehingga bisa mencari solusi yang efektif.

 

Mengerjakan tugas sekolah menjadi menyenangkan

Kendati dianggap menyebalkan, mengerjakan tugas sekolah sebenarnya membawa dampak positif bagi si kecil kala dewasa dan memasuki dunia kerja kelak. Melalui hal sederhana seperti pekerjaan rumah tentunya akan melatih anak untuk rajin belajar, bersabar dan siap menghadapi sesuatu yang lebih sulit nantinya. Yuk, buat aktivitas mengerjakan tugas sekolah lebih menyenangkan dengan tips berikut ini.

1.Sediakan ruang belajar yang kondusif

Jika biasanya anak bebas mengerjakan PR di manapun, cobalah menyediakan ruangan khusus anak sehingga lebih berkonsentrasi untuk mengerjakan tugas sekolah. Pastikan ruangan tersebut memiliki cahaya dan ventilasi udara yang cukup, serta jauh dari distraksi yang mengganggu seperti suara terlalu bising yang akan mengganggu konsentrasi anak.

2.Buatlah jadwal

Terkadang anak sudah lelah karena banyaknya aktivitas tambahan seperti ekstrakurikuler dan les tambahan sehingga enggan untuk mengerjakan tugas sekolah yang rumit. Untuk itu, putuskan kapan waktu terbaik bagi buah hati anda mengerjakan PR. Usahakan anak telah beristirahat sebelum memulai mengerjakan PR, misalnya jam 4-5 sore setelah mandi dan anak sudah dalam kondisi segar dan kenyang. Jadikan jadwal ini ibarat rutinitas sehingga PR menjadi kebiasaan sekaligus kewajiban yang harus diselesaikan.

3.Jangan putus asa

Mungkin anak anda akan menampakan raut wajah tak bersemangat ketika mereka mengerjakan PR-nya. Namun, jangan terburu terpancing emosi atau ikut-ikutan murung bahkan memarahinya. Cobalah untuk bersikap seolah tidak terjadi apapun, jangan lupa untuk selalu memotivasi anak untuk menyelesaikan tugasnya.

4.Berikan jeda

Setiap orang tua memiliki karakter tersendiri menyikapi anak di dalam dunia akademik. Kendati PR adalah kewajiban, maka berikanlah jeda saat anda melihat anak mulai kehilangan konsentrasinya karena kelelahan. Anda bisa menawarkan cemilan favorit atau makan malam terlebih dahulu sebelum melanjutkan PR nya.

5.Periksa kembali

Minta pada anak untuk memeriksa kembali hasil setelah ia selesai mengerjakan tugas sekolah. Terus memotivasi anak agar tidak membuat kesalahan kecil, sehingga ia bisa mendapatkan hasil yang sepadan dengan kerja kerasnya. Hal ini akan melatih anak lebih sabar dan teliti untuk melakukan segala sesuatunya.

6.Tetapkan deadline

Boleh saja fleksibel, namun biasakan anak mengerjakan tugasnya sesuai batas waktu. Hal ini penting agar si kecil terlatih untuk memanfaatkan waktu yang terus berjalan dan menggunakan waktu tersebut secara efisien.

7.Berkonsultasi dengan guru

Bisa dibilang guru adalah orang tua saat anak anda di sekolah. Manfaatkanlah pertemuan yang berlangsung di sekolah untuk menanyakan perkembangan anak, prestasi apa yang sudah diraih, serta kelebihan dan kekurangan anak untuk mengetahui minat bakatnya.

 

Apakah anak anda enggan mengerjakan tugas sekolah? Jika iya, beberapa hal di atas bisa anda terapkan di rumah. Selain agar anak lebih disiplin, berbagai langkah-langkah ini juga bisa melatih anak untuk selalu bertanggung jawab dengan tugasnya. Buatlah ia semakin cinta dengan tugas sekolahnya sehingga seiring berjalannya waktu ia bisa semakin rajin mengerjakan tugas sekolah. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tags:

Read More

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

NEWS - 02 May 2019
Catatan dari Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR dalam...

Yayasan

NEWS - 18 July 2020
Ibadah Syukur dan Perayaan HUT 7 DASAWARSA BPK PE...

Yayasan

NEWS - 13 July 2020
Pesan Yayasan BPK PENABUR

Yayasan

Artikel - 31 October 2019
Spiritualitas Guru Kristiani

Yayasan

Press Release - 01 December 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Bandar Lampung da...

Yayasan

BLOG - 28 May 2020
Memaksimalkan Liburan Sekolah Dengan Kegiatan Pos...

Yayasan

BLOG - 29 May 2020
4 Manfaat Liburan di Rumah dengan Mengajak Anak M...

Yayasan

BLOG - 30 May 2020
Tips Agar Anak Tidak Bosan saat Libur Sekolah di ...

Yayasan

BLOG - 01 June 2020
Yuk Menjelajah Wisata Malang Secara Virtual Saat ...

Yayasan

BLOG - 02 June 2020
Beragam Perubahan Positif Pendidikan di Tengah Pa...

Yayasan

BLOG - 23 June 2020
6 Alasan Mengenalkan Bahasa Inggris Pada Anak

Yayasan

BLOG - 24 June 2020
Menumbuhkan Minat Belajar pada anak dengan metode...

Yayasan

BLOG - 09 July 2020
Era New Normal Sudah Dimulai, Siapkah Sekolah Mas...

Yayasan

BLOG - 10 July 2020
Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui program ...

Yayasan

BLOG - 11 July 2020
Bagaimana Tahun Ajaran Baru Berlangsung di Masa P...

Yayasan

BLOG - 25 July 2020
5 Tips Melatih Anak Menjaga Kebersihan di Sekolah

Yayasan

BLOG - 01 August 2020
Tantangan Pendidikan di Era Disrupsi Teknologi

Yayasan

BLOG - 03 August 2020
5 Cara Menanamkan Rasa Nasionalisme Pada Anak

Yayasan

BLOG - 04 August 2020
Bagaimana Menjaga Efektivitas Belajar Saat Pembel...

Yayasan

BLOG - 05 August 2020
Belajar Cinta Tanah Air Bersama Siswa BPK PENABUR

Yayasan

BLOG - 26 June 2020
3 Tipe Gaya Belajar! Mana Gaya Belajar yang Palin...

Yayasan

BLOG - 27 June 2020
Ini Alasan Pentingnya Musik untuk Dipelajari Anak...

Yayasan

BLOG - 29 June 2020
Ini Usia yang Tepat Mendaftarkan anak ke Sekolah

Yayasan

BLOG - 30 June 2020
Sebelum masuk sekolah sebaiknya kenalkan dulu 5 f...

Yayasan

BLOG - 01 July 2020
Menuju New Normal, Bagaimana proses Pembelajaran ...