Yayasan

Kunjungan Pengurus Harian Ke Cimahi

NEWS - 26 January 2022

Kunjungan Pengurus Harian Ke Cimahi

Read More
Yayasan

BPK PENABUR Kunjungi Kepala Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan

NEWS - 06 January 2022

BPK PENABUR Kunjungi Kepala Badan Standar, Kuriku...

Read More
Yayasan

BPK PENABUR Kunjungi Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan

NEWS - 05 January 2022

BPK PENABUR Kunjungi Direktur Kepala Sekolah, Pen...

Read More

4 Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Pada Anak Sejak Dini

BLOG - 28 May 2021

4 Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Pada Anak Sejak Dini

Sebagai orang tua kita memiliki tanggung jawab penuh dalam mendorong anak mengembangkan kecerdasannya. Selain kecerdasan akademis, ada jenis kecerdasan lainnya uang penting dan harus dimiliki seorang anak, yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dengan tepat, bersamaan juga dengan menghormati perasaan orang lain. Ini adalah keterampilan yang dapat mulai dipelajari anak-anak pada usia berapa pun.

 

So, apakah Anda ingin membesarkan anak yang cerdas secara emosional namun bingung dari mana memulainya? Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara membangun kecerdasan emosional pada anak yang bisa dilakukan orang tua.

 

1.Akui sudut pandang anak dan berempati dengannya

Ketika Anda tidak bisa melakukan apapun pada saat anak merasa kecewa, penting untuk berempati. Hanya dengan memahami anak, dapat membantunya melepaskan emosi yang mengganggu. Jika kekesalan anak tampak tidak sesuai dengan situasinya, ingatlah bahwa semua orang pernah menyimpan emosi dan kemudian membiarkan diri sendiri menyimpan nya hingga menemukan tempat berlindung yang aman. 

 

Berempati bukan berarti anda setuju, namun hanya melihat sebuah masalah dari sisi anak. Anak mungkin harus melakukan apa yang Anda katakan, namun ia juga berhak atas sudut pandang sendiri.

 

Mengapa hal ini mendorong kecerdasan emosional?

  • Dikutip dari ahaparenting.com, merasa dipahami memicu biokimiawi yang menenangkan. Jalur sarat yang diperkuat antara orang tua dan anak, membuatnya lebih tenang. Inilah yang akan anak gunakan untuk menenangkan diri sendiri seiring bertambahnya usia.

 

  • Anak-anak mengembangkan empati dengan merasakannya dari orang lain

 

  • Membantu anak untuk merefleksikan pengalamannya dan apa yang memicu perasaan. Untuk anak yang lebih kecil, mengetahui bahwa ada nama untuk perasaanya adalah alat awal untuk belajar mengelola emosi.

 

2.Biarkan anak berekspresi

Si kecil mungkin belum bisa membedakan antara emosi dan sifatnya sendiri. Maka dari itu terima emosi anak, dan hindari menyangkal atau mengecilkannya, yang memberi anak pesan bahwa beberapa perasaan itu memalukan atau tidak dapat diterima. Menyangkal rasa takut atau amarah yang anak rasakan, tidak akan menghentikannya untuk memiliki perasaan tersebut, tetapi mungkin anak memaksa untuk menekannya. Sayangnya, perasaan yang tertekan tidak memudar, berbeda dengan perasaan yang diungkapkan bebas.

 

Anak juga jadi terjebak untuk mencari jalan keluar. Untuk itu, ajarkan bahwa berbagai macam perasaan dapat dimengerti dan merupakan bagian dari menjadi manusia, meskipun beberapa tindakan juga harus dibatasi.

 

Mengapa hal ini mendorong kecerdasan emosional?

  • Penerimaan dari orang tua membantu anak menerima emosinya sendiri, yang memungkinkan anak dalam menyelesaikan perasaannya dan melanjutkan hidup, sehingga ia lebih mampu mengatur emosinya sendiri.

 

  • Penerimaan orang tua mengajarkan anak bahwa kehidupan emosional itu tidak berbahaya, tidak memalukan, dan pada kenyataannya bersifat universal dan dapat diatur. Anak akan belajar bahwa ia tidak sendiri. Ia belajar bahwa ada bagian dirinya yang kurang menyenangkan dapat diterima, yang berarti anak baik-baik saja dengan apa adanya.

 

3.Dengarkan bagaimana perasaan anak

Biasanya amarah tidak akan menghilang sampai anak merasa didengarkan, baik anak berusia 6 atau bahkan 16 tahun, ia membutuhkan orang tua untuk mendengarkan perasaanya. Begitu anak merasakan dan mengungkapkannya, ia akan melepaskan dan melanjutkan hidupnya. Bahkan, Anda akan kagum ketika melihatnya dengan penuh kasih sayang dan kooperatif saat memiliki kesempatan untuk menunjukan bagaimana perasaannya.

 

Namun agar anak merasa aman untuk menceritakan perasaannya, ia perlu tahu bahwa Anda benar-benar hadir dan mendengarkan, yakinkan anak bahwa hal itu aman. Anak memiliki kemampuan untuk memikirkan perasaanya keluar, yang membuatnya menjadi lebih santai dan kooperatif. Yang perlu orang tua lakukan, tetap hadir, dan tahan dorongan untuk menghilangkan perasaan yang sedang mengganggu anak. Karena secara naluriah, anak mengerti bagaimana menyembuhkan dirinya sendiri.

 

Mengapa hal ini mendorong kecerdasan emosional?

  • Sifat emosi manusia yang sehat bergerak masuk ke dalam tubuh, mengisi saluran tubuh dan kemudian hilang. Saat mengikis atau menekannya, emosi justru terjebak di dalam diri. Namun anak juga bisa merasa ketakutan karena emosi yang kuat membuatnya kewalahan, jadi ia mencoba mengikisnya sampai merasa cukup aman untuk menceritakannya. Karena emosi disimpan di dalam tubuh, bercerita adalah cara alami untuk membantu anak untuk melampiaskannya.

 

  • Saat Anda membantu anak, hingga ia merasa cukup aman untuk merasakan dan mengekspresikan emosinya, Anda tak hanya menyembuhkan jiwa dan tubuhnya. Anda juga membantu anak dalam mempercayai proses emosionalnya sendiri, hingga ia dapat menangani emosinya seiring bertambahnya usia, tanpa amukan atau represi.

 

4.Ajarkan pemecahan masalah

Emosi merupakan pesan, maka dari itu ajari anak untuk bernapas, merasakannya, mentolerirnya tanpa perlu bertindak berdasarkan emosinya. Dengan begitu anak tidak berada dalam lubang emosi yang kuat, dan berfokus untuk memecahkan masalah dan bertindak jika perlu.

 

Terkadang anak bisa melakukannya sendiri, namun terkadang ia juga membutuhkan bantuan Anda untuk bertukar pikiran. Tapi tahan keinginan untuk terburu-buru dan menangani masalahnya, kecuali jika anak memintanya.

 

Jika memaksakan diri untuk membantu anak, ini memberikan pesan bahwa Anda tidak percaya pada kemampuan anak dalam menanganinya sendiri.

 

Mengapa hal ini mendorong kecerdasan emosional?

 

  • Seorang anak perlu mengungkapkan perasaan, tetapi ia juga perlu tahu cara menemukan solusi atas masalahnya tersebut. Ini membutuhkan latihan dan contoh dari pihak orang tua.

 

  • Mengajarkan anak untuk menghargai perasaannya, dapat menjadi pertanda tentang hal yang ia perlu ditangani secara berbeda dalam hidup, yang akan memberdayakannya.

 

  • Setiap anak membutuhkan pembinaan untuk belajar mengungkapkan kebutuhannya tanpa harus menyerang orang lain.

 

Baca Juga: 5 Tips Melawan Rasa Malas Belajar Selama Sekolah di Rumah Aja

 

Itulah beberapa cara untuk mengembangkan kecerdasan emosional pada anak. Kita bisa menggunakan kesalahan anak sebagai kesempatan untuk tumbuh lebih baik. Saat seorang anak marah atau menyakiti perasaan seseorang, luangkan waktu untuk membicarakan tentang bagaimana mereka bisa berbuat lebih baik di masa depan.

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Yayasan

NEWS - 26 January 2022
Kunjungan Pengurus Harian Ke Cimahi

Yayasan

NEWS - 06 January 2022
BPK PENABUR Kunjungi Kepala Badan Standar, Kuriku...
BPK PENABUR Kunjungi Kepala Badan Standar, Kuriku...

Yayasan

NEWS - 05 January 2022
BPK PENABUR Kunjungi Direktur Kepala Sekolah, Pen...
BPK PENABUR Kunjungi Direktur Kepala Sekolah, Pen...

Yayasan

NEWS - 23 November 2021
Pertemuan Yayasan BPK PENABUR dengan Dirjen Gur...
Ketua Umum Yayasan BPK PENABUR, Adri Lazuardi S.H...

Yayasan

NEWS - 09 November 2021
PELANTIKAN PENGURUS BERSAMA TIRTAMARTA & BPK PENA...
Jakarta, 09 November 2021

Yayasan

NEWS - 27 January 2022
VAKSINASI Usia 6-11 Tahun Tahap 2 BPK PENABUR Ba...

Yayasan

NEWS - 18 February 2022
TOP 10 LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi)
Apa itu LTMPT

Yayasan

NEWS - 20 February 2022
PENABUR TALENT DAY
Hey #penabursmartgen

Yayasan

NEWS - 27 April 2022
Bantu penderita DBD, SMAK 1 PENABUR gelar aksi do...
SMAK 1 PENABUR bekerja sama dengan Palang Merah I...

Yayasan

NEWS - 12 May 2022
Siapakah Florence Nightingale ?
Sejarah keperawatan dan Florence Nightingale

Yayasan

Artikel - 10 November 2021
SEJARAH HARI PAHLAWAN NASIONAL

Yayasan

Artikel - 31 October 2019
Spiritualitas Guru Kristiani

Yayasan

Artikel - 10 February 2022
Sejarah Perayaan Cap Go Meh
Cap-Go-Meh adalah lafal dialek Tio Ciu dan Hokkia...

Yayasan

Artikel - 14 February 2022
SEJARAH HARI VALENTINE
menceritakan satu sejarah yang berkaitan dengan m...

Yayasan

Artikel - 15 February 2022
Hari Kanker Anak Sedunia
Hari Kanker anak sedunia  jatuh setiap 15 Februar...

Yayasan

Artikel - 17 February 2022
ANTROPOLOGI

Yayasan

Artikel - 22 February 2022
Hari Berpikir Sedunia
Tahukah kamu, tanggal 22 Februari diperingati seb...

Yayasan

Artikel - 22 February 2022
HARI BADEN POWELL
Siapakah Robert Stephenson Smyth Baden-Powell?

Yayasan

Artikel - 10 May 2022
Apa itu Lupus?
bpkpenabur.or.id, - Hari in

Yayasan

Press Release - 01 December 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Bandar Lampung da...

Yayasan

Press Release - 24 November 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Cirebon, Indramay...

Yayasan

Press Release - 10 November 2018
Pelantikan Pengurus PENABUR Bandung, Tasikmalaya,...

Yayasan

Press Release - 04 November 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Cianjur 2018-2022

Yayasan

Press Release - 04 November 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Bogor 2018-2022

Yayasan

Press Release - 03 November 2018
Pelantikan Pengurus BPK PENABUR Sukabumi 2018-2022

Yayasan

Press Release - 02 April 2022
Peresmian PLC Jakarta

Yayasan

Press Release - 02 April 2022
BPK PENABUR Resmikan Gedung SDK dan SMAK di Serang
JAKARTA,  - Ketua BPK PENABUR Serang

Yayasan

Press Release - 25 April 2022
PERESMIAN GEDUNG BPK PENABUR Bogor
Ketua BPK PENABUR Bogor, Aryawan Handoko

Yayasan

BLOG - 07 May 2020
5 Cara Agar Anak Lebih Produktif Dalam Belajar Se...
Bagaimana caranya agar anak tidak ketinggalan pel...

Yayasan

BLOG - 08 May 2020
Tips Menjadi Siswa Berprestasi Di Sekolah. Kamu P...
Bagi kamu yang ingin menjadi siswa berprestasi di...

Yayasan

BLOG - 12 May 2020
Tips Mempersiapkan Metode Belajar Anak yang Menye...

Yayasan

BLOG - 13 May 2020
Pentingnya Pendidikan Karakter Di Kalangan Sekolah
Pendidikan karakter akan mengantarkan seseorang k...

Yayasan

BLOG - 26 May 2020
4 Keterampilan Penting untuk Anak yang Bisa Diter...
Pentingnya membekali keterampilan dasar pada anak...

Yayasan

BLOG - 27 May 2020
Serunya Mengisi Liburan Sekolah dengan Kegiatan M...
Mengisi liburan sekolah dengan kegiatan menulis t...

Yayasan

BLOG - 28 May 2020
Memaksimalkan Liburan Sekolah Dengan Kegiatan Pos...
Yuk maksimalkan waktu liburan sekolah dengan mela...

Yayasan

BLOG - 29 May 2020
4 Manfaat Liburan di Rumah dengan Mengajak Anak M...

Yayasan

BLOG - 30 May 2020
Tips Agar Anak Tidak Bosan saat Libur Sekolah di ...
Berbagai tips ini mungkin bisa menjadi sarana aga...

Yayasan

BLOG - 01 June 2020
Yuk Menjelajah Wisata Malang Secara Virtual Saat ...
Menjelajah wisata Malang Jawa timur secara virtua...

Yayasan

BLOG - 02 June 2020
Beragam Perubahan Positif Pendidikan di Tengah Pa...
Di tengah pandemi virus corona, terdapat berbagai...

Yayasan

BLOG - 03 June 2020
Pentingnya Mempersiapkan Tabungan Pendidikan Anak...
Mempersiapkan tabungan pendidikan anak harus dimu...

Yayasan

BLOG - 11 June 2020
5 Tips Investasi Pendidikan untuk Anak. Sebaiknya...

Yayasan

BLOG - 12 June 2020
5 Alasan Pentingnya Bersikap Tegas Soal Sekolah d...
Inilah alasan mengapa para orang tua harus tegas ...

Yayasan

BLOG - 13 June 2020
Tips Menjadikan Belajar Online Menyenangkan untuk...
Bagaimana agar anak bisa belajar online dengan me...

Yayasan

BLOG - 15 June 2020
5 Hal Seru yang Membantu Anak Makin Giat Belajar ...
Yuk lakukan lima hal ini untuk membantu anak bela...

Yayasan

BLOG - 16 June 2020
Meningkatkan Efektivitas dengan Mendengarkan Musik
Mendengarkan musik tak hanya mengurangi tingkat s...

Yayasan

BLOG - 17 June 2020
Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Metode Read al...

Yayasan

BLOG - 18 June 2020
Seberapa Banyak Kata yang Harus Dikuasai untuk Bi...
Berapa banyak kosakata yang harus dikuasai untuk ...

Yayasan

BLOG - 19 June 2020
Sudahkah Memilih Sekolah Ideal untuk Anak
Pada hakikatnya tidak ada sekolah yang ideal. Sek...

Yayasan

BLOG - 20 June 2020
Tips Agar Anak Tidak Bosan saat Libur Sekolah di ...

Yayasan

BLOG - 22 June 2020
Beragam Aroma Alami Ini Dapat Meningkatkan Konsen...
Berbagai aroma terapi ini bermanfaat meningkatkan...