Orangtua menjadi sahabat terbaik untuk anak-anaknya, bisakah?

Berita Lainnya - 01 November 2021

Ini adalah pengalaman pribadi saya di tahun 2004, di mana saat itu kami mengetahui bahwa adik kandung saya ternyata hamil di luar nikah. Saya sudah merasa curiga saat tiba-tiba adik saya tidak pulang ke rumah, orang tua saya terutama mama saya begitu kuatir. Karena saya adalah anak pertama, maka saya berinisiatif untuk mencari adik saya tersebut. Saya coba untuk menghubungi semua teman-temannya yang sebagian besar saya kenal, kebetulan adik saya dan saya hanya terpaut usia 2 tahun dan kami cukup dekat. Teman-temannya tidak ada yang mengetahui keberadaan adik saya itu. Di tengah keputusasaan saya, ada tetangga rumah yang datang menemui saya dan mengatakan bahwa adik saya ada di rumah pacarnya. Singkat cerita saya pergi ke rumah pacar adik saya itu dengan berbekal alamat yang sudah saya pegang. Ternyata benar, adik saya ada di rumah itu. Melihat saya datang, adik saya langsung memeluk saya dengan eratnya dan menangis. Disitulah saya tahu bahwa ada sesuatu yang janggal dan tidak beres.

Lalu saya ajak adik saya pulang ke rumah. Saat saya tanyakan alasannya menginap di rumah pacarnya, adik saya hanya menjawab bahwa dia takut pulang. Karena mama saya tidak menyetujui hubungan adik saya dengan pacarnya itu. Saya mulai mengerti situasinya. Orang tua saya memang termasuk salah satu orang tua yang agak kolot. Salah satunya adalah tidak membenarkan alasan apapun untuk menginap di rumah orang tanpa ada hal yang mendesak atau penting. Mungkin karena itulah adik saya begitu takut, jujur saja saat itu saya tidak punya pikiran apapun lagi.

Seiring dengan berjalannya waktu, mama saya mulai melihat keganjilan dan keanehan dengan perkembangan tubuh adik saya. Naluri seorang ibu biasanya tidak pernah salah. Tetapi mama saya tidak berani menanyakannya pada adik saya, karena mama saya adalah tipe orang yang tidak bisa menerima bahwa firasatnya benar adanya. Mama saya meminta saya dan papa saya untuk menanyakan ke adik saya. Akhirnya saya dan papa saya menanyakan kepada adik saya mengenai firasat mama saya dan jawaban adik saya adalah tidak apa-apa dan baik-baik saja. Waktu terus berjalan dan perubahan tubuh semakin terlihat. Karena mama saya sudah benar-benar sangat terganggu dengan firasatnya, maka mama saya memberanikan diri untuk menanyakan langsung ke adik saya. Dan ternyata firasat mama saya tidak meleset. Adik saya hamil. Mama saya shock dan hanya bisa menangis. Adik saya meminta maaf ke mama saya sambil menyampaikan penyesalannya. Tragedi di keluarga kami yang biasa disebut dengan kata AIB. Tidak mudah untuk mama saya menerima kenyataan yang ada, namun semua sudah terjadi. Nasi sudah menjadi bubur. Mama saya bangkit, menguatkan dirinya dengan berdoa memohon pertolongan kepada Tuhan agar di mampukan untuk melalui semua prahara ini. Kami sekeluarga saling mendukung, mendoakan dan menguatkan. Beruntung pacar adik saya bersedia untuk bertanggungjawab dan menikahi adik saya.

Karena pengalaman pahit inilah, banyak sekali pembelajaran dalam keluarga kami. Orang tua saya mulai merubah banyak hal. Terutama hubungan komunikasi dengan kami sebagai anak-anaknya. Orang tua saya menjadi sosok orang tua yang berbeda ke arah yang positif semenjak kejadian itu. Mereka menjadi lebih akrab dengan kami, mereka mulai membuka diri, selalu mengajak berdiskusi, selalu berusaha menjadi sosok yang kami perlukan. Begitupun dengan kami, kami mulai bisa membicarakan banyak hal kepada mereka, mulai berani membuka sedikit demi sedikit rahasia dalam hati kami, kami belajar menjadi diri kami sendiri, tidak ada yang di tutupi lagi, semua terbuka, jujur dan apa adanya. Awalnya memang canggung, tetapi semakin lama kami begitu menikmati semuanya.

Orang tua kami mengubah metode pengasuhan mereka, menjadikan mereka bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga menjadi sahabat untuk anak-anaknya. Menempatkan diri di posisi kami, mencari informasi mengenai banyak hal yang dicari anak-anak seusia kami. Menjadi sosok orang tua yang bisa menerima masukan, saran, kritik, atau apapun yang membangun. Dan kami bisa menjadi sangat akrab tanpa ada sekat-sekat.

Sejak saat itu semua berbeda, kami menyebutnya family goals. Dimana sosok orang tua yang dapat menjadi sahabat untuk putra putrinya begitu sangat berpengaruh dalam perkembangan dan pertumbuhan jiwa anak-anaknya. Bahkan bisa mencegah terjadinya hal-hal yang sangat fatal dan merugikan. Sebab, saat kita sebagai anak-anak tidak menemukan kenyaman di dalam rumah, maka akan mencarinya di luar rumah dan sahabat adalah orang pertama yang akan membantu mengambil keputusan tersebut. Penyesalan orang tua saya adalah terlambat menyadari semuanya. Tetapi kebanggaan mereka yang terbesar adalah memperbaiki semua kesalahan yang sudah terjadi dan mengubahnya menjadi hal yang luar biasa. Bagaimana dengan anda para orang tua? Semoga kisah ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena penyesalan selalu datang terlambat. (EK)

Tags:

Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 02 May 2020
Wisuda
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 21 May 2021
Jadwal Kegiatan Sekolah 24 - 28 Mei 2021
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 28 May 2021
Jadwal Kegiatan 31 Mei - 4 Juni 2021
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 04 June 2021
Jadwal Kegiatan SMA Kristen 6 PENABUR Juni 2021
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 11 June 2021
Jadwal Kegiatan Sekolah 14 - 18 Juni 2021
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 13 September 2021
Belajar Nilai PKBN2K Melalui “PEACE” Melalui kegi...
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 17 February 2022
PERSELA Kelas XI 2022
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 17 February 2022
Webinar LITERASI
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 17 February 2022
PERSELA Kelas X 2022
-
BERITA BPK PENABUR JAKARTA - 17 February 2022
LDK OSIS 2022/2023
-
Berita Lainnya - 09 March 2021
Jangan Menunda Panggilan ALLAH
Berita Lainnya - 16 March 2021
Terus Berbuat Baik
Berita Lainnya - 18 March 2021
Do Your Best
Berita Lainnya - 19 March 2021
Lebih Dari Pemenang
Berita Lainnya - 22 March 2021
Belajar Dari Kesalahan
-
Berita Lainnya - 28 October 2021
Pengagum Rahasia
Berita Lainnya - 28 October 2021
The Best Tips dan Trick MS Office Word
-
Berita Lainnya - 29 October 2021
Umpan Balik
-
Berita Lainnya - 01 November 2021
Berkenan kepada Siapa?
-
Berita Lainnya - 02 November 2021
Tak Mau Disesatkan
-
Berita Lainnya - 24 February 2022
Kelompok Tumbuh Bersama Di Sekolah Sebagai Komuni...
Berita Lainnya - 25 February 2022
“Asix-nya Belajar Bahasa Jepang: Nihongo”
-
Berita Lainnya - 25 February 2022
Upload, Ah!
-
Berita Lainnya - 01 March 2022
IPA VS IPS: MANA YANG LEBIH BAIK?
-
Berita Lainnya - 01 March 2022
Tidak Sempurna
-

Choose Your School