Pengalaman Jonathan (9G) Mendaki Gunung ELBRUS

Aktivitas Siswa - 08 November 2019

Pada tanggal 27 Agustus, saya berangkat dari Jakarta menuju Moskow untuk memulai perjalanan saya ke Elbrus. Sesampai nya di Moskow setelah kurang lebih 19 jam, saya masih harus naik pesawat ke Mineralye Vody. Pesawat dari Moskow ke Mineralye Vody memakan waktu sebanyak 2 jam. Saat mendarat, saya dan tim ekspedisi bertemu dengan para guide dan mereka langsung mengambil bagasi dan memasukkan barang-barang kami ke dalam mobil yang akan membawa kita ke Kota Terskol, kota dimana gunung Elbrus berada. Perjalanan menggunakan mobil memakan waktu selama kurang lebih 3 jam. Saat perjalanan ke Terskol, cuaca dingin Rusia mulai terasa karena sudah malam dan tidak tersedia heater dalam mobil. Sesampai nya di Terskol, saya dan tim langsung menyantap makan malam di sebuah restoran dekat hotel. Makan malam yang kami makan adalah sebuah makanan tradisional Terskol, yaitu Shashlik.Shashlik adalah sebutan orang setempat untuk domba bakar. Setelah memakan makan malam, kami beristirahat di hotel kami.

Keesokan harinya, saya dan tim ekspedisi dikejutkan oleh sebuah kabar. Pada hari itu, kami seharus nya beristirahat dan melakukan  trekkingringan hanya untuk mengaktifkan kembali tubuh kami setelah menghabiskan 1 hari di dalam pesawat. Tapi, para guide memutuskan bahwa pada hari itu, kami semua akan melakukan trekking dan aklimatisasi ke Azau Waterfall. Azau Waterfall adalah sebuah air terjun yang berada di ketinggian 3100 mdpl. Dengan ketinggian 3100 mdpl, Azau Waterfall menyaingi banyak ketinggian gunung di Indonesia seperti gunung Pangrango dan Gede .Mendengar kabar tersebut, saya dan tim langsung mempersiapkan alat-alat kami dan berangkat ke Azau Waterfall untuk aklimatisasi. Perjalanan ke Azau Waterfall lumayan melelahkan, dikarenakan panjang nya jalur trekking sejauh 16 km. Medan di jalan menuju Azau Waterfall relative mirip dengan gunung-gunung di Indonesia, hanya saja di Rusia suhu nya lebih dingin dan kelembapan nya yang lebih kering. Dan di seluruh perjalanan, kami mendapat pemandangan megah pegunungan Kaukasus. Saya dan tim ekspedisi berhasil sampai di Azau Waterfall pada jam 1 siang. Setelah menghabiskan waktu 15 menit untuk beristirahat dan dokumentasi, saya dan tim memulai perjalanan balik ke Terskol. Saat waktu sudah mulai menunjuk di jam 3 sore,suhu mulai terasa dingin. Kami pun akhirnya sampai balik ke hotel pada jam 5 sore. Setelah menyantap makan malam, kami langsung ke hotel untuk beristirahat.

Hari setelah pendakian ke Azau Waterfall adalah hari istirahat. Saya dan tim ekspedisi menggunakan hari tersebut untuk mencari souvenir dan makan-makan di restoran setempat.Pada malam hari, para guide menemui kami lagi untuk memberi tahu rencana pada hari berikutnya. Pada hari berikutnya, kami akan trekking ke gunung Cheget untuk aklimatisasi. Gunung Cheget adalah gunung didekat Elbrus dengan ketinggian 3600 mdpl. Gunung-gunung yang ketinggian nya berkisaran 3600 mdpl bukan lah gunung yang mudah. Contoh gunung –gunung 3600 mdpl yang berada di Indonesia adalah Rinjani dan Semeru. Setelah briefing singkat oleh para guide, saya dan tim beristirahat.

Keesokan harinya, kami bangun pagi jam 06.00 dan mulai berjalan ke chairlift. Perjalanan ke gunung Cheget dipermudah karena ada nya chairlift yang membawa kami selama kurang lebih 15 menit. Menaiki chairlift sungguh menyenangkan tak hanya memotong panjang jalur trekking, kita juga bisa menikmati pemandangan gunung Kaukasus yang sangat indah, walaupun agak deg-degan karena minimnya alat pengaman di chairlift.Setelah turun dari chairlift, kami memulai perjalanan kami ke puncak Cheget. Di pendakian Cheget, pace berjalan kami sudah mulai diatur agar aklimatisasi bisa berjalan dengan baik. Cuaca saat pendakian pun mendukung, dengan banyaknya sinar matahari. Setelah berjalan selama kurang lebih 2 jam, kami sampai di puncak Cheget. Dari puncak Cheget, terlihat pemandangan Elbrus dan pegunungan Kaukasus yang sangat indah. Setelah menghabiskan waktu 15 menit di puncak Cheget, kami pun turun. Pada hari itu, saya mengalami AMS ringan yang dikarenakan oleh kurang nya konsumsi air. Di cuaca dingin, badan kita jarang merasakan haus dan kita merasa bahwa tidak apa-apa haus jika dingin. Padahal, dengan diterjang cuaca dingin, kita harus menambah lagi porsi konsumsi air kita. Sebelum balik ke Terskol, kami mampir di kafe yang terkenal di ketinggian 2700an. Di kafe itu, saya menyantap makanan tradisional yaitu kue dadar dengan daging. Kami pun balik ke Terskol menggunakan chairlift. Seperti hari pertama, cuaca dingin mulai terasa saat hari sudah menjelang sore. Kami pun beristirahat di hotel kami.

Esok harinya, kami bersiap untuk pergi ke Elbrus Basecamp, yang berada di ketinggian 3800 mdpl. Rute ke Elbrus Basecamp terletak di daerah Azau, yang berjarak 15 menit dari Terskol. Jadi pagi-pagi kami berangkat ke Azau untuk siap-siap ke basecamp. Saat sampai di Azau, kami menyewa beberapa barang yang diperlukan untuk summit attack, seperti crampon, ice axe, snow gaiter, ultrawarm down jacket, ski goggles, double boots, dan mitten. Setelah selesai menyewa dan membeli alat-alat, kami pun menaiki chairlift ke Elbrus Basecamp. Sesampainya di stop chairlift, kami masih harus berjalan ke basecamp kami. Sesampai nya di basecamp, kami langsung berbenah dan menyiapkan barang-barang untuk keesokan harinya. Suhu di basecamp Elbrus sudah mulai menembus 0 derajat celcius. Pada malam hari, bisa sampai -10-20 derajat celcius. Saat makan malam, para guide memberikan kami briefing untuk aklimatisasi ke Pashtukov Rocks, yang berada di ketinggian 4800 mdpl. Ketinggian 4800 mdpl sudah mulai berada di ketinggian yang sangat tinggi, yang sama seperti Cartenz Pyramid, gunung tertinggi di Indonesia. Dan aklimatisasi ke Pashtukov Rocks sangat penting karena Pashtukov Rocks lah tolak ukur kekuatan dan ketangguhan kita untuk sampai ke puncak. Setelah selesai dibriefing tentang kegiatan aklimatisasi pada keesokan harinya, saya dan tim ekspedisi pun langsung beristirahat di container-container kami.

Kami bangun pagi, jam 05.30 untuk menyiapkan barang kami dan belajar memasang crampon. Crampon sangat diperlukan karena medan yang akan dilalui adalah salju, dan jika tidak memakai crampon, pasti akan sering terpeleset. Kami mulai jalan jam 07.00 dari basecamp. Perbedaan elevasi antara basecamp dan Pashtukov Rocks sangat singnifikan, yaitu 1100 m. Dan jarak yang harus ditempuh agar sampai ke Pashtukov Rocks juga tidak pendek. Perjalanan ke Pashtukov Rocks sudah mirip dengan summit attack, medan dipenuhi salju, suhu sudah sangat dingin. Dan pada ketinggian 4800 mdpl, harus sangat memerhatikan pace dan waktu istirahat, karena jika pace terlalu cepat, bisa terkena AMS(Acute Mountain Sickness), dan jika waktu istirahat terlalu lama, badan akan menjadi dingin. Setelah berjam-jam berjalan, akhirnya sampai juga ke Pashtukov Rocks. Pashtukov Rocks adalah sebuah tempat di mana ada batu-batu besar, dinamakan Pashtukov karena orang yang menemukan tempat itu pertama kali adalah seorang tentara bernama Pashtukov. Sesampai nya di Pashtukov, kami beristirahat selama 15 menit, lalu turun ke titik dimana kita dijemput oleh RaTrak. Dalam keadaan lelah, para guide memutuskan bahwa ini waktu yang baik untuk mempelajari caraself-rescue.Kami dibawa ke ujung bukit salju yang ada turunan nya ke area yang lebih rendah, lalu kami disuruh menjatuhkan diri. Setelah menjatuhkan diri dan meluncur ke bawah, kami diajarkan untuk memakai ice axe sebagai tumpuan dan menusuk es agar kita tidak jatuh.Setelah latihan self-rescue, kami berjalan kembali ke basecamp untuk makan malam dan istirahat. Saat makan malam, para guide memonitor ramalan cuaca di kawasan basecamp dan puncak Elbrus. Kami melihat hasil ramalan dan membandingkan ramalan dari berbagai sumber. Akhirnya, kami memutuskan untuk melakukan summit attack dua hari setelah itu. Alhasil, kami mempunyai waktu luang untuk turun kembali ke Terskol untuk pemasukan kadar oksigen ke dalam tubuh dalam jumlah yang baik, sekaligus membersihkan diri dan makan.

Kami turun ke Terskol selama 1 malam. Kami mengecek sekali lagi barang-barang apa yang diperlukan untuk summit attack. Seperti rencana, kami mandi dan mengisi tenaga untuk summit attack di Terskol.

Kami pun balik ke basecamp setelah bermalam di Terskol. Pada jam 13.00, kami pun kembali sampai di basecamp. Kami pun menyiapkan semua alat untuk dipakai ke puncak, mulai dari crampon, trekking pole, ski googles, ultrawarm down jacket, skipant, polar set, dan double boots.Sore hari, kami semua ke hut tempat makan dan para guide memberikan kami briefing terakhir tentang summit attack. Kami akan pergi pada pukul 1.30 malam dan mulai berjalan pada 2.00. Para guide Indonesia bertaya apakah bisa jalan pada jam 4 karena biasa nya summit attack dijalankan pada jam 3 samapi 4 malam. Tapi para guide Rusia masih bersikeras bahwa jam 1 malam merupakan waktu yang tepat untuk memulai perjalanan. Menuruti para guide Rusia, kami pun memutuskan untuk mulai berjalan. Setelah menyantap makan malam pada pukul 7, kami pun langsung tidur untuk menyimpan tenaga untuk summit attack.

Waktunya pun tiba. Alarm berbunyi dan seluruh tim ekspedisi terbangun dan mulai mempersiapkan alat-alat untuk memuncak. Pada jam 1 malam, kami semua bangun dan mempersiapkan baju dan alat-alat. Karena perkiraan suhu dingin ekstrem, baju yang dipakai adalah baselayer polar, polar jacket, ultrawarm down jacket, dan windbreaker jacket. Tapi saat membuka pintu hut, barulah terasa. Suhu ekstrem yang mencapai -25 derajat celcius menerjang kami semua. Tapi, kita semua harus tetap berjalan. Kami semua keluar dari hut dan memakai crampon, mengikat ice axe, dan mengatur trekking pole. Kami pun berjalan ke RaTrak yang mengantar kami ke suatu titik antara basecamp dan puncak Elbrus. Kami pun akhirnya turun dan mulai berjalan. Suhu nya sangat dingin dan angin nya sangat kencang. Dalam beberapa menit, water bladder kami beku dan kita hanya bisa meminum dari termos. Mata juga terasa perih jika tidak memakai ski goggles yang dikarenakan oleh terjangan angin dingin. Setelah 45 menit berjalan, salah satu guide Indonesia terpaksa turun karena jempol nya terasa membeku. Dan karena, tidak mau berisiko kehilangan jari nya, salah satu guide Indonesia pun turun, ditemani satu guide Rusia. Angin dingin yang menerjang kami sangatlah dingin. Setelah 30 menit berjalan, telapak kaki dan tangan mulai sakit karena kedinginan, walaupun sudah memakai sarung tangan 2 lapis. Setelah 2 jam berjalan, dua orang dari tim Indonesia harus diturunkan karena dikira tidak bisa menyelesaikan perjalanan ke puncak. Mereka pun turun dengan ditemani 1 guide Indonesia. Tersisalah 5 orang, saya dan 4 orang lainnnya. Setelah berjam-jam berjalan, akhirnya juga kami sampai di Saddle. Perbedaan elevasi Saddle (5420mdpl) dan puncak Elbrus(5642mdpl)  tidak terlalu jauh, hanya 200m.Suasana di Saddle sangatlah dingin, sampai kamera pun tidak bisa bekerja.Di Saddle, salah satu orang dari tim Indonesia merasa sesak dan kelelahan yang ekstrem. Akhirnya diputuskan bahwa kita semua harus turun karena tidak aman jika orang itu turun dengan sendiri nya ke bawah. Di tengah perjalanan turun, ada rombongan lain yang sedang naik ke atas dan menawarkan untuk ikut keatas lagi. Tapi, karena sudah terlalu lelah dan terlanjur turun, saya memutuskan untuk tidak memuncak. Beberapa orang dari tim Indonesia memutuskan untuk memuncak. Setelah turun, kami dijemput RaTrak di suatu titik dan kami akhirnya turun ke basecamp. Kami pun bermalam di basecamp untuk malam terakhir kita disana.

Keesokan harinya, kami membereskan seluruh peralatan kami, mengemas tas kami, dan turun kembali ke Azau. Karena dikejar oleh jadwal pesawat, kami pun sangat terburu-buru untuk kembali ke Terskol dan cepat-cepat ke bandar udara Mineralye Vody untuk kembali ke Moskow. Dan pada tanggal 7 September, saya pun pulang  kembali ke Jakarta.

Tags:

Read More

Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur

Aktivitas Siswa - 11 November 2019
Pelantikan MPK (Majelis Perwakilan Kelas) Tahun A...
Aktivitas Siswa - 31 October 2019
Karyawisata Kelas 7 SMPK 4 PENABUR Jakarta 2019
Aktivitas Siswa - 23 March 2020
Home Learning di Tengah Pandemi Covid-19 - SMPK 4...
Aktivitas Siswa - 02 September 2020
P4RT (P4 Real Talent) 2020
Aktivitas Siswa - 08 November 2019
Pengalaman Jonathan (9G) Mendaki Gunung ELBRUS
Aktivitas Siswa - 23 March 2020
Home Learning di Tengah Pandemi Covid-19 - SMPK 4...
Aktivitas Siswa - 02 September 2020
P4RT (P4 Real Talent) 2020
Aktivitas Siswa - 08 November 2019
Pengalaman Jonathan (9G) Mendaki Gunung ELBRUS
Aktivitas Siswa - 27 July 2020
PLS SMPK 4 PENABUR Jakarta "SaHABAT" P4
Aktivitas Siswa - 28 August 2020
Semarak Kemerdekaan RI Ke-75th di Tengah Pandemi

Choose Your School