Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Produktivitas Belajar Murid SMAK Penabur Harapan Indah Kelas XI MIPA
BERITA LAINNYA - 08 April 2025
Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Produktivitas Belajar Murid SMAK Penabur Harapan Indah Kelas XI MIPA
XI MIPA 2: Galen /14, Giantry /15, M. Rayhan /28
Beberapa abad terakhir, perkembangan teknologi sangat pesat terutama gawai. Awalnya gawai diciptakan untuk berkomunikasi dengan cepat dan mudah. Seiring perkembangan zaman, muncul berbagai inovasi yang semakin menyempurnakan fungsi dari gawai untuk memfasilitasi manusia. Perkembangan yang paling signifikan dan merubah cara kerja dunia adalah dengan kehadiran smartphone. Pekerjaan, hiburan
Perkembangan teknologi telah merubah sistem pendidikan secara signifikan. Integrasi teknologi dalam kurikulum memberikan akses lebih cepat dan mudah terhadap sumber informasi, memperkaya pembelajaran dengan beragam sumber multimedia, serta memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antar siswa. Dengan adanya perangkat teknologi seperti gawai, laptop dan tablet, murid dapat mengakses materi pembelajaran kapan saja dan di mana saja. Hal ini tentu saja mendukung pembelajaran mandiri dan peningkatan produktivitas belajar siswa.
Pengaruh teknologi juga terlihat dalam penyesuaian kurikulum untuk mencerminkan tuntutan zaman. Pembelajaran daring, penggunaan aplikasi pendidikan, dan metode pembelajaran berbasis teknologi menjadi bagian integral dari pengajaran di SMAK Penabur Harapan Indah. Kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis dan relevan. Selain itu, penerapan teknologi dalam asesmen dan evaluasi memberikan gambaran yang lebih akurat tentang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.
Meskipun perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tantangan juga muncul, seperti pemahaman yang beragam terkait teknologi dan akses yang tidak merata. Oleh karena itu, pendekatan inklusif dan pelatihan yang baik terhadap guru dan siswa menjadi kunci untuk memastikan bahwa semua pihak dapat meraih manfaat maksimal dari integrasi teknologi dalam kurikulum, sehingga produktivitas belajar siswa dapat terus ditingkatkan. Namun pada kenyataan, penggunaan gawai dalam pembelajaran memberikan dampak negatif seperti terjadinya kelimpahan informasi, dan karakter anak yang semakin mudah.
Mengacu pada penelitian yang dilakukan Farhan Aldino Santoso yang berjudul “Dampak Penggunaan Gawai Terhadap Pembelajaran Siswa SD” dikatakan bahwa dalam penelitian tersebut siswa sekolah dasar mendapat kemudahan dalam mencari materi, dan menambah kreativitas anak. Sementara, dalam penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Produktivitas Belajar Murid SMAK Penabur Harapan Indah Kelas XI MIPA” ternyata ada beberapa dampak positif lainnya seperti memudahkan dalam berdiskusi dengan teman dan guru, dan membuat belajar lebih efektif. Untuk dampak negatif, kurang lebih hasilnya serupa seperti sulit fokus dalam belajar karena terpengaruh untuk membuka medsos dan game online, dan penurunan kemampuan bersosialisasi.
Menurut Fifit Fitriansyah, pemanfaatan media pembelajaran dalam bentuk gawai kepada siswa dengan harapan mampu memberikan motivasi belajar bagi siswa. Penggunaan gawai dalam pembelajaran sebagai penerapan dari pengguna salah satu media pembelajaran diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih aktif, efektif, menyenangkan sebagaimana prinsip dalam pembelajaran bahwa belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan.
Kini gawai semakin sering digunakan dalam pembelajaran, terlebih saat diberlakukannya kurikulum merdeka. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.
Dapat disimpulkan gawai memang sangat berdampak dalam berbagai bidang termasuk pendidikan. Meskipun menawarkan berbagai kemudahan dalam proses belajar, kita juga harus berjaga-jaga pada dampak negatif yang mengintai. Dampak positif dan negatifnya sebagai berikut:
Dampak Positif
1. Mudah mendapat bahan pelajaran
Internet membuat segala informasi termasuk bahan pelajaran lebih terbuka. Dengan memanfaatkan kemudahan google dan sebagainya, murid dapat dengan mudah mencari materi pembelajaran yang tersebar di internet baik dalam bentuk video, audio dan materi rangkuman.
2. Belajar lebih efektif
Ketika bahan pelajaran mudah didapat, maka belajar akan lebih mudah dan efektif.
3. Mudah berdiskusi mengenai pelajaran dengan guru dan teman
Sekarang ada berbagai aplikasi seperti zoom dan google meet untuk berdiskusi dari manapun secara online. Diskusi dengan memanfaatkan berbagai aplikasi chat online seperti Whatsapp dan Line juga salah satu alternatif terbaik.
4. Menambah kreativitas
Murid dapat mencari berbagai inspirasi yang diperlukan di internet. Hanya dengan mengetik kata kunci ataupun pertanyaan di kolom pencarian Google, kita dapat menemukan beragam jawaban yang bervariasi.
Dampak Negatif
1. Sulit mengatur waktu.
Terlena dengan berbagai teknologi yang ditawarkan gawai seperti game online, medsos, dll merupakan masalah utama dalam mengatur waktu.
2. Tergoda untuk membuka medsos dan game online ketimbang belajar.
Banyak yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan bersenang-senang daripada memanfaatkan waktu semaksimal mungkin. Medsos dan game online menawarkan kesenangan pada penggunanya sehingga mereka cenderung menghabiskan waktu untuk hal itu.
3. Mudah tergoda untuk tidak belajar.
Ketidakmampuan dalam mengatur waktu dan menghabiskan waktu untuk membuka medsos dan game online, akan mempengaruhi perilaku murid menjadi malas belajar.
4. Berkurangnya kemampuan bersosialisasi.
Terlalu fokus dengan gawai dan jarang berkomunikasi dengan orang lain, akan membuat kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi seseorang berkurang dan berpengaruh pula pada kepercayaan diri mereka yang akan menurun.
Dalam menanggapi hal ini, tentunya murid perlu didampingi orang tua dan guru termasuk pihak sekolah. Orang tua dapat mengontrol dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan gawai bisa dengan berkomunikasi dan antar orang tua dan anak saling terbuka. Di lingkungan sekolah tentunya guru harus selalu memantau penggunaan gawai di kelas untuk pembelajaran dimanfaatkan dengan tepat dan pihak sekolah juga dapat mengadakan seminar tentang penggunaan gawai dengan baik dan tepat.
Pemanfaatan gawai pada siswa untuk keberlangsungan kegiatan belajar merupakan hal yang wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mayoritas siswa justru lebih merasakan dampak negatif dari penggunaan gawai. Hal ini tentu perlu diperhatikan oleh pihak sekolah, orangtua, terutama diri sendiri yang paling tahu mengenai apa yang sebaiknya dan tidak sebaiknya dilakukan. Bukan berarti siswa dianjurkan untuk tidak menggunakan gawai ketika belajar. Tetapi dalam penggunaannya juga harus diimbangi dengan kesadaran dan kedisiplinan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Pengaruh Penggunaan Gawai Terhadap Produktivitas Belajar Murid SMAK Penabur Harapan Indah Kelas XI MIPA dengan jumlah 16 responden dapat disimpulkan bahwa sebanyak 100% siswa mendapatkan dampak positif yang berupa mudah mendapatkan bahan pembelajaran. Aksesibilitas yang merata terhadap bahan pembelajaran menciptakan kesetaraan di antara siswa-siswa, memastikan bahwa tidak ada yang terpinggirkan dalam hal sumber daya pendidikan. Hal ini bukan hanya menciptakan peluang yang sama untuk pertumbuhan akademik, tetapi juga merangsang minat siswa dalam belajar. Dengan akses mudah terhadap bahan pembelajaran, siswa dapat mengeksplorasi berbagai topik yang menarik minat mereka, meningkatkan pemahaman mereka, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja akademik mereka. Selain itu, kemudahan akses ini juga mendorong pembelajaran mandiri, mengembangkan keterampilan belajar mandiri dan tanggung jawab dalam proses belajar mereka. Dengan demikian, keseluruhan dampaknya adalah penciptaan fondasi yang kokoh untuk pembelajaran yang efektif.
Informasi Terkini seputar sekolah kristen BPK PENABUR
Daftar Indeks Berita Terbaru dari BPK Penabur